BATAM (gokepri.com) — Kepolisian memastikan video viral yang memperlihatkan seorang perempuan diduga mengalami kekerasan di perairan Galang bukan merupakan kasus pelecehan.
Kanit Reskrim Polsek Galang, Hasmir, mengatakan pihaknya telah menemui korban untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. Namun, korban memilih tidak membuat laporan resmi.
“Korban sudah kami mintai keterangan dan menyatakan tidak ada tindakan pelecehan. Yang bersangkutan juga tidak ingin melapor,” ujar Hasmir saat dikonfirmasi, Jumat.
Ia menjelaskan, perempuan tersebut merupakan warga Pulau Karas yang saat kejadian berada di atas boat bersama ayahnya dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi keluarga.
Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula ketika ayahnya menunjukkan perilaku tidak biasa saat berada di tengah laut, seperti berbicara tidak jelas dan diduga dalam kondisi tidak sadar.
Situasi itu membuat korban panik. Dalam video yang beredar, gerakan yang terlihat seperti kekerasan sebenarnya merupakan upaya ayahnya merangkul korban, bukan mencekik seperti yang sempat disalahartikan.
“Korban ketakutan lalu melambaikan tangan untuk meminta pertolongan,” kata Hasmir.
Aksi tersebut kemudian menarik perhatian warga sekitar yang melintas menggunakan boat. Warga yang mendekat mengira terjadi tindak kekerasan dan segera memberikan bantuan.
Dalam proses evakuasi, boat korban sempat diikat agar tidak hanyut. Namun, ayah korban disebut sempat mengambil parang untuk memutus tali, diduga karena tidak memahami situasi yang terjadi.
Dalam kondisi panik, korban akhirnya melompat ke laut dan berhasil diselamatkan oleh warga.
Hasmir menegaskan, hasil klarifikasi sementara tidak menemukan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Sejauh ini tidak ada unsur pidana. Namun kami masih menunggu korban untuk memberikan keterangan tambahan agar kejadian ini semakin jelas,” ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak langsung menarik kesimpulan dari video yang beredar di media sosial tanpa mengetahui fakta sebenarnya. *
Penulis: Engesti








