BP Batam Dorong Investasi Hilirisasi, Ekspor Timah Solder Tembus India

Ekspor timah solder batam
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis (tengah) menghadiri pelepasan ekspor timah solder produksi PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) ke India di Kawasan Industri Tunas Prima, Nongsa, Batam, Kamis (12/3/2026). Foto: BP Batam

BATAM (gokepri) — BP Batam mendorong investasi manufaktur bernilai tambah yang berorientasi ekspor di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global. Dorongan itu ditegaskan dalam kegiatan pelepasan ekspor timah solder produksi PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) ke India di Kawasan Industri Tunas Prima, Nongsa, Batam, Kamis (12/3/2026).

Langkah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Batam sebagai basis industri yang adaptif dan kompetitif. Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, Batam tidak cukup hanya menarik investasi pada tahap pembangunan fasilitas, tetapi harus memastikan investasi tersebut berlanjut hingga produksi, hilirisasi, dan ekspor.

“Di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global, Batam harus mampu memosisikan diri sebagai basis industri yang adaptif, efisien, dan siap ekspor. Momentum pertumbuhan ekonomi yang menguat harus diubah menjadi ekspansi industri bernilai tambah yang nyata,” kata Fary.

HBRL

Baca Juga: Diresmikan Hashim, Pabrik Solder STANIA di Batam Mulai Produksi

Pelepasan ekspor timah solder ke pasar India tersebut, menurut Fary, mencerminkan semakin kuatnya kemampuan Batam dalam menarik investasi yang tidak hanya berhenti pada tahap perizinan atau rencana, melainkan telah terealisasi dalam bentuk produksi dan penetrasi pasar internasional. “Ini bukan sekadar seremoni, tetapi penanda bahwa investasi hilir mulai terkonversi menjadi produksi riil, nilai tambah, dan akses pasar global,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran industri hilir seperti STANIA memperkuat struktur industri Batam, khususnya pada sektor manufaktur dan elektronik. Aktivitas tersebut sekaligus memperluas keterhubungan Batam dengan rantai pasok global. “Kehadiran perusahaan ini mencerminkan tumbuhnya aktivitas manufaktur hilir yang mendukung penguatan struktur industri daerah,” katanya.

Direktur PT Solder Tin Andalan Indonesia An Sadiano menyampaikan apresiasi atas dukungan BP Batam dalam pengembangan investasi industri hilir di kawasan tersebut. Dukungan itu dinilai berperan dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi perusahaan untuk tumbuh dan berproduksi.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan BP Batam yang telah memberikan perhatian dan dorongan bagi pengembangan industri kami. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam membangun iklim usaha yang kondusif, sehingga perusahaan dapat tumbuh, berproduksi, dan berkontribusi bagi penguatan ekspor dari Batam,” kata An.

Momentum ekspor ini terjadi di tengah penguatan kinerja ekonomi Batam. Pada triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 7,49 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian tersebut menunjukkan daya tahan sekaligus daya saing Batam sebagai kawasan industri, perdagangan, dan investasi strategis di wilayah barat Indonesia.

BP Batam menilai, keberhasilan mendorong investasi hingga tahap produksi dan ekspor menjadi faktor penting dalam membangun kredibilitas kawasan. Hal itu dinilai semakin relevan di tengah kompetisi antarwilayah yang kian ketat dalam menarik investasi global.

Selain itu, sejumlah keunggulan struktural dinilai masih menjadi daya tarik Batam, antara lain kedekatan geografis dengan Singapura, kematangan kawasan industri, serta konektivitas logistik yang relatif baik. Faktor-faktor tersebut dinilai mendukung efisiensi produksi sekaligus mempercepat distribusi ke pasar internasional.

Ke depan, BP Batam memandang proyek-proyek hilirisasi akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing daerah. Investasi yang mampu menghasilkan nilai tambah, memperluas ekspor, dan menciptakan aktivitas ekonomi riil dinilai akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan Batam di tengah dinamika ekonomi global.

Baca Juga: HILIRISASI TIMAH: Arsari Tambang Siapkan Investasi Rp7 Triliun di Kepri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait