Bapenda Batam Optimistis PAD 2026 Tercapai di Atas 95 Persen

Raja Azmansyah. (internet)

BATAM (gokepri.com) — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp2 triliun dapat tercapai dengan capaian di atas 95 persen. Optimisme tersebut didasarkan pada potensi sejumlah sektor pajak daerah yang masih menjadi penyumbang utama pendapatan Kota Batam.

Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan penerimaan pajak daerah sepanjang tahun ini.

“Bapenda masih optimistis capaian pajak tahun 2026 akan maksimal di atas 95 persen,” ujar Raja Azmansyah, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, beberapa sektor pajak masih diproyeksikan menjadi kontributor terbesar terhadap PAD Kota Batam pada tahun ini. Di antaranya adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari sektor listrik, serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Untuk sektor penyumbang terbesar tetap kita prakirakan dari BPHTB, kemudian PBJT listrik, dan PBB,” katanya.

Selain mengoptimalkan sektor pajak, Bapenda juga terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran retribusi daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan pendapatan daerah.

Raja Azmansyah menyebutkan, pihaknya saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perbankan untuk memperluas implementasi pembayaran digital.

“Kita tetap lakukan upaya digitalisasi pembayaran untuk retribusi dengan menggandeng pihak bank. Saat ini sedang dibahas nota kesepahaman dengan Bank Sumut dan salah satu BPR di Batam,” jelasnya.

Langkah digitalisasi tersebut, lanjutnya, juga menjadi bagian dari prioritas pemerintah dalam meningkatkan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Sementara itu, untuk sistem E-BPHTB disebut telah berjalan dengan baik dan pada tahun ini difokuskan pada peningkatan kemudahan dalam proses pelaporan.

“E-BPHTB sebenarnya sudah berjalan baik, tahun ini hanya peningkatan khusus pada kemudahan pelaporan saja,” ujarnya.

Di sisi lain, Raja Azmansyah mengakui masih terdapat beberapa sektor retribusi daerah yang belum optimal, seperti parkir dan persampahan. Pemerintah Kota Batam saat ini tengah melakukan kajian untuk meningkatkan pengelolaan sektor-sektor tersebut.

Menurutnya, kajian terkait pengelolaan parkir saat ini sedang dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Batam. Sementara itu, optimalisasi sistem pengelolaan persampahan beserta retribusinya juga sedang dibahas bersama tim Pemerintah Kota Batam.

“Melalui Brida juga sedang dilakukan kajian tentang parkir, dan secara bersama dengan tim Pemko juga sedang dilakukan pembahasan optimalisasi sistem persampahan termasuk retribusinya,” kata dia.*

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait