BATAM (gokepri) – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris membezuk Yusuf, korban tug boat terbalik di RS Mutiara Aini Batam, Minggu, 8 Maret 2026. Wagub didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kepri, Diky Wijaya untuk memberikan dukungan moril kepada korban.
Diketahui, Yusuf berhasil ditemukan selamat setelah bertahan selama sekitar 38 jam di dalam badan kapal yang terbalik di perairan galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Nyanyang mengatakan kejadian tersebut menjadi perhatian serius terkait aspek keselamatan kerja di kawasan pelabuhan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di pelabuhan harus benar-benar diterapkan, terutama terkait prosedur kapal yang akan sandar, baik di dok maupun tidak,” ujarnya.
Ia menambahkan kemungkinan adanya kendala komunikasi dalam proses pandu tunda kapal perlu menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Investigasi Masih Berlangsung
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kepri Diky Wijaya menyampaikan pihaknya turut memantau perkembangan kasus tersebut dan menunggu hasil koordinasi antara KSOP dan Basarnas.
“Jika ini dikategorikan sebagai kecelakaan kerja, tentu Disnaker akan turun tangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
Ia menambahkan seluruh biaya pengobatan korban saat ini ditanggung oleh pihak perusahaan.
Sebelumnya, tug boat Mega dilaporkan terbalik saat membantu proses sandar sebuah kapal tanker di perairan galangan kapal PT ASL Shipyard pada Jumat (6/3) sekitar pukul 15.00 WIB.
Dalam insiden tersebut, tiga kru kapal dinyatakan meninggal dunia, yakni Abdul Rahman, Guntur Pardede, dan Jhonson Bartuahman Damanik. Satu kru lainnya berhasil selamat setelah ditemukan mengapung di laut pada proses evakuasi awal.
Komandan Pos Basarnas Batam Dedius mengatakan korban ditemukan pada Minggu (8/3) sekitar pukul 05.20 WIB setelah tim penyelam melakukan pencarian di dalam kapal yang masih dalam kondisi tenggelam.
“Korban berhasil dievakuasi dari kamar mesin kapal sekitar pukul 05.20 WIB setelah dilakukan penyelaman,” ujar Dedius saat dikonfirmasi di Batam, Minggu pagi.
Ia menjelaskan proses penyelaman dilakukan oleh tim penyelam dari pihak PT ASL Shipyard yang turut membantu operasi pencarian.
Setelah berhasil dievakuasi, Yusuf langsung dilarikan ke RS Mutiara Aini Batam untuk mendapatkan penanganan medis.
“Secara umum kondisinya stabil, namun korban mengalami sesak napas karena terpapar tumpahan bahan bakar di dalam kapal,” kata Dedius.
Menurut dia, hingga saat ini posisi tug boat Mega masih berada dalam kondisi tenggelam di lokasi kejadian. (engesti)








