Drone Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait

(internet)

JAKARTA (gokepri.com) – Serangan terbaru terus dilancarkan Garda Revolusi Iran (IRGC) ke Pangkalan Arifjan. Pangkalan itu disebut menampung pasukan Amerika Serikat (AS) di Kuwait.

Dilansir Aljazeera, Selasa (3/3/2026), Garda Revolusi Iran mengatakan pihaknya menyerang pangkalan itu dengan 10 drone. Mereka mengklaim drone tersebut berhasil mengenai sasarannya.

Saat ini, belum ada komentar dari pihak Kuwait dan AS terkait serangan ini.

Sebelumnya, Iran menargetkan sebuah pangkalan udara di dekat Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada Senin (2/3) waktu setempat. Rudal-rudal tersebut berhasil dicegat di udara sebelum mencapai tujuannya.

Dituturkan seorang sumber dari salah satu negara Teluk, seperti dilansir AFP, Senin (2/3), bahwa serangkaian serangan rudal melanda wilayah Saudi saat serangan Iran semakin gencar terhadap negara-negara di kawasan Teluk, merespons gelombang serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Salah satu serangan pembalasan Iran itu menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan yang terletak di kota Al Kharj, sebelah tenggara Riyadh. Pangkalan udara itu menampung pasukan militer AS di Saudi.

“Rudal-rudal Iran yang menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan kembali dicegat pada Senin (2/3) pagi,” kata sumber yang dikutip AFP tersebut.

Sementara itu, kebakaran terjadi di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi. Kantor Kedubes AS itu terbakar usai diserang dua drone.

Dilansir Aljazeera, Selasa (3/3/2026), pihak berwenang Saudi mengatakan Kedutaan AS di Riyadh terbakar setelah diserang dua drone. Pemerintah Saudi mengatakan gedung Kedubes AS itu mengalami kerusakan material yang ringan.

“Kedutaan Besar AS di Riyadh menjadi sasaran serangan oleh dua drone menurut perkiraan awal, yang mengakibatkan kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan pada bangunan,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan.

Diketahui, situasi di kawasan Timur Tengah masih memanas sejak serangan awal Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari. Mereka menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, dan sistem pertahanan udara Iran.

Serangan AS dan Israel telah menewaskan sejumlah petinggi Iran, salah satunya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Saat ini, Iran telah menunjuk tokoh menggantikan sementara kursi pemimpin agung Iran tersebut. *

(sumber: detik.com)

Pos terkait