Batam (gokepri.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menerapkan uji coba belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Khususnya yang berada di wilayah Hinterland.
Ada tiga kecamatan yang telah melakukan uji coba sistem pembelajaran tatap muka. Di antaranya yakni Kecamatan Belakangpadang, Kecamatan Nongsa dan Kecamatan Sekupang.
Namun yang paling banyak adalah di Kecamatan Belakangpadang, total ada sekitar 34 sekolah yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka. Sebanyak 11 TK, 15 SD dan 8 SMP.
BACA : Pemko Batam Izinkan Pembelajaran Tatap Muka
“Untuk di Kecamatan Nongsa dan Sekupang masing-masing sepertinya hanya ada satu saja yang berada di pulau,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau pembelajaran tatap muka di Kecamatan Belakangpadang, Rabu (6/1/2021).
Menurut dia, sejumlah sekolah yang telah menerapkan pembelajaran tatap muka sudah menjalankan protokol kesehatan sebagaimana yang disyaratkan pemerintah. Seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh dan tempat duduk yang berjarak.
Para siswa pada umumnya sangat semangat dan antusias untuk belajar kembali di sekolah. Karena itu pihaknya mengaku juga berpesan kepada anak-anak agar belajar dengan baik dan segera pulang ke rumah setelah belajar selesai.
“Jadi saya minta tadi kepada guru-guru, Satpol PP dan juga Polsek Belakangpadang untuk membantu pengawasan, setelah pulang sekolah agar tidak berkerumun atau main,” katanya.
Terkait jumlah siswa di dalam kelas, menurut dia saat ini dibagi dalam dua shif. Di mana yang awalnya satu kelas sebanyak 36 siswa saat ini dibagi dua menjadi 18 siswa setiap satu kali pertemuan.
“Kalau yang siswanya 20 tetap dibagi dua, jadi tidak ramai,’ katanya.
Pihaknya berharap pembelajaran tatap muka ini bisa berjalan dengan baik. Sehingga tidak ditemukan kasus baru pasien Covid-19, khususnya yang berada di Kecamatan Belakangpadang.
ARD
BACA : Sekolah Tatap Muka Mulai Berjalan di Belakangpadang, Murid Dipastikan Jalani Protokol Kesehatan









