Jakarta (gokepri.com) – Bisnis apartemen masih bertahan di tengah pandemi meski ruang geraknya terbatas. Harga sepanjang 2020 stagnan, cara pemasaran pun lebih banyak digital.
Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto menyatakan harga jual apartemen sepanjang tahun 2020 rata-rata tidak terlalu banyak berubah, yang juga merupakan dampak dari terjadinya pandemi.
“Untuk harga jual tidak ada perubahan pada kuartal IV-2020 dibanding kuartal III-2020,” kata Ferry Salanto dalam paparan properti di Jakarta, Rabu (6/1/2021).
Menurut Ferry, pandemi COVID-19 juga membuat kalangan pengembang tidak percaya diri dalam meluncurkan produk mereka pada tahun 2020.
Selain itu, ujar dia, pasokan unit apartemen juga terus menurun selama beberapa tahun terakhir. “Biasanya pasokan kita lihat bisa hingga 10.000 unit per tahun, pada tahun 2020 suplai masuk sekitar 2.700 unit,” paparnya.
Ia berpendapat pada saat ini pengembang akan tetap fokus menyelesaikan proyek yang ada, karena masih ada limpahan proyek dari tahun-tahun sebelumnya.
Sementara untuk aktivitas pemasaran dinilai akan lebih banyak dilakukan secara digital, terutama dengan memberikan promo kepada pembeli yang kebanyakan masih bersifat wait and see terhadap pemulihan kondisi perekonomian.
Sebenarnya, kata dia, banyak pengembang yang ingin menaikkan harga jual pada 2021, karena bagi mereka sudah cukup untuk menahan kenaikan harga pada 2020 sedangkan proses pembangunan masih harus dilanjutkan.
Sebagaimana diwartakan Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) mengungkapkan terdapat sejumlah peluang yang dapat menggairahkan kembali kebangkitan industri properti pada tahun 2021.
“Peluangnya (pertama) adalah bapak Presiden Joko Widodo sudah menyatakan bahwa akan dilakukan vaksinasi COVID-19 secara gratis untuk 182 juta penduduk. Ini kabar baik bagi kita semua,” Wakil Ketua Umum REI Hari Ganie dalam seminar daring di Jakarta.
Selain itu Hari menambahkan bahwa peluang lainnya adalah pembangunan infrastruktur meningkat sekitar 47 persen, di mana pembangunan infrastruktur masa pandemi dan kondisi resesi saat ini tidak berhenti namun terus bergulir.
Sejumlah kebijakan di sektor properti, lanjutnya, turut membuka peluang kebangkitan sektor properti di tahun 2021, seperti pemulihan ekonomi dengan adanya penurunan suku bunga Bank Indonesia BI7DRR 3,75 persen.
Kemudian, penurunan suku bunga KPR/KPA dan kenaikan kredit properti, anggaran FLPP rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) meningkat, dan relaksasi properti menengah atas.
Peluang lainnya, ujar dia, yakni pemulihan daya beli pencari rumah pertama dan investor, kemudian pasokan pengembang perumahan mengalami peningkatan lewat produk atau klaster baru perumahan.
(Can)
|Baca Juga: Formosa Residence: Artha Utama Propertindo Mulai Serah Terima Unit Apartemen








