JAKARTA )gokepri.com) – Real Madrid akhirnya berpisah dengan Xabi Alonso untuk melatih Mbappe dkk. Entrenador Spanyol itu secara mengejutkan meninggalkan Madrid pada Selasa (13/1) dinihari WIB. Keputusan ini diumumkan tidak lama setelah kekalahan dari Barcelona 2-3 di final Piala Super Spanyol 2026.
Sejak direkrut pada musim panas lalu, Alonso telah melakoni total 34 pertandingan terhitung dari Piala Dunia Antarklub 2025. Di bawah arahan Alonso, Madrid mengantungi 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan saja.
Dengan demikian, Real Madrid-nya Alonso membukukan 70,59 persen kemenangan. Rasio yang sesungguhnya tidak buruk-buruk amat. Selain itu, sebanyak 72 gol diceploskan Madrid ke gawang lawan-lawannya, dan ‘cuma’ kebobolan 38 gol.
Kendati demikian, tak bisa dipungkiri El Real menurun dalam tiga bulan terakhir. Hanya tujuh kemenangan dalam 14 pertandingan yang berhasil diperoleh Madrid sejak menggulung Valencia 4-0 di awal November. Sekalipun, Madrid masih memiliki peluang dalam persaingan titel juara Liga Spanyol (peringkat kedua klasemen) dan Liga Champions (posisi ketujuh fase liga).
Dengan pemutusan kerja sama ini, Xabi Alonso berarti hanya menuntaskan 20 persen dari kontrak berdurasi tiga tahun yang disepakati dengan Madrid. Untuk menggantikan Alonso, Madrid mempromosikan Alvaro Arbeloa, yang sebelumnya menangani tim cadangan.
Arbeloa merupakan produk akademi Madrid meski baru bergabung di usia 18 tahun pada tahun 2001. Sebelum itu, ia menimba ilmu di Real Zaragoza.
Ia secara bertahap mampu melalui jenjang tim muda Madrid hingga dipromosikan ke tim utama pada 2004. Namun penuhnya stok bek di skuad saat itu membuatnya dikorbankan. Ia lalu dilepas ke Deportivo La Coruna pada Juli 2006.
Arbeloa hanya bermain enam bulan di sana sebelum direkrut Liverpool asuhan Rafael Benitez pada Januari 2007. Ia bertahan di Anfield selama 2,5 musim. Pada Juli 2009, ia diboyong pulang oleh Madrid.
Berbeda dengan periode sebelumnya, ia mampu bertahan tujuh musim hingga tahun 2016 dan memenangi delapan gelar, termasuk satu gelar LaLiga dan dua trofi Liga Champions. Ia juga tampil 238 kali dan mencetak enam gol.
Arbeloa lalu menutup kariernya di West Ham United pada musim panas 2017. Di level timnas, ia adalah bagian dari skuad Spanyol yang memenangi tiga turnamen beruntun, yakni Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.
Tiga tahun usai gantung sepatu, ia kembali ke Madrid sebagai pelatih tim kelompok umur, mulai dari U-14, U-16, dan terus berlanjut hingga U-19. Sejak Juni 2025, ia dipromosikan sebagai pelatih Real Madrid Castilla, tim muda yang menjadi jenjang terakhir sebelum menembus tim utama.
Ia punya rekor 10 kemenangan, sekali imbang, dan delapan kekalahan dari 19 laga yang sudah dipimpin. Namun kini ia diberi kesempatan yang lebih besar, yakni melatih tim utama Madrid menggantikan Alonso, rekan setimnya dulu.
Ini akan menjadi debut Arbeloa menangani tim senior. Mampukah ia mengambil hati para bintang El Real, sesuatu yang tampak gagal dilakukan Alonso? *
(sumber: detiksport.com)








