BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam kembali menghadirkan program sembako murah sebagai langkah cepat merespons gangguan pasokan bahan pokok dari Sumatera akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini disiapkan untuk menjaga stabilitas harga jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pengendalian harga menjadi prioritas karena distribusi barang sempat tersendat. Ia sudah meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mencari suplai dari daerah lain agar stok tetap aman. “Kita memang menghadapi kendala pasokan dari Sumatera. Karena itu saya meminta Disperindag menyiapkan alternatif sumber komoditas agar suplai di Batam tetap aman,” kata Amsakar, Rabu (3/12/2025).
Pemko menyiapkan 52.500 paket sembako bersubsidi yang akan dibagikan di 52 kelurahan pada 12 kecamatan. Setiap paket berisi beras premium Harumas 10 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 2 liter. Pemerintah memberi subsidi Rp100 ribu sehingga warga hanya membayar Rp100 ribu dari harga normal Rp200 ribu.
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, menyampaikan pembagian sembako murah berlangsung pada 8–17 Desember 2025 di 45 titik distribusi. Pemko bekerja sama dengan Perum Bulog untuk memastikan suplai aman selama masa Nataru. “Harapannya, program ini bisa membantu masyarakat dan menjaga ketersediaan barang,” ujar Gustian.
Gangguan pasokan dari Sumatera memicu kenaikan harga di sejumlah komoditas. Program sembako murah menjadi intervensi rutin pemerintah daerah untuk menahan laju harga dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Baca Juga: Korban Meninggal Bencana di Sumbar Bertambah Jadi 234 Jiwa dan 260 Hilang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








