BATAM (gokepri) – Arus penyeberangan di lintasan Telaga Punggur–Tanjung Uban diperkirakan melonjak sekitar 15 persen pada musim Natal dan Tahun Baru. ASDP menyiapkan penguatan operasional karena lintasan ini termasuk salah satu jalur tersibuk di Kepulauan Riau.
Tahun ini, arus diprediksi mencapai lebih dari 101 ribu penumpang dan 32 ribu kendaraan, atau naik signifikan dibanding Nataru sebelumnya. Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan lonjakan permintaan perlu diantisipasi sejak awal. Menurut dia, mobilitas di wilayah Riau cenderung naik pada periode libur panjang. ASDP, katanya, memperkuat kesiapan armada, pengaturan operasional, hingga dukungan layanan digital agar perjalanan pengguna lebih lancar dan terpantau.
Di Batam, General Manager ASDP Andri Setiawan menjelaskan sejumlah langkah yang disiapkan menjelang puncak arus. Pemeriksaan kendaraan diperketat di pintu masuk, kendaraan kecil dan roda dua diberi jalur prioritas, dan jumlah loket ditambah. ASDP juga mengusulkan penyesuaian pola operasi dan penambahan hingga tiga trip tambahan pada hari dengan lonjakan kendaraan paling tinggi.
“Biasanya kami beroperasi 13 trip per hari dengan KMP Barau dan KMP Tanjung Burang. Tambahan trip ini diperlukan untuk mempercepat antrean kendaraan,” ujar Andri. Ia menambahkan bahwa fasilitas pendukung, seperti ambulans, pemadam kebakaran, perahu karet, dan tug boat, telah disiapkan. Layanan tiket online Ferizy tetap dioptimalkan.
ASDP juga menambah layanan pelanggan melalui Hay!Dara, fitur virtual customer service yang tersedia 24 jam. Melalui panggilan video, pengguna jasa bisa meminta informasi dan melaporkan kendala tanpa harus mendatangi loket.
Selain penguatan jelang Nataru, pemerintah menekankan pentingnya peningkatan layanan untuk daerah kepulauan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan penggunaan kapal modern akan memberikan kepastian waktu, kenyamanan, dan keselamatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Dalam misi memperluas akses transportasi laut, ASDP mengoperasikan kapal perintis KMP Bahtera Nusantara 01. Kapal ini melayani rute panjang dari Tanjung Uban ke sejumlah pulau seperti Letung, Matak, Midai, Sedanau, Penagi, Subi, Serasan, hingga Sintete. Kapal berkapasitas 296 penumpang dan 26 kendaraan ini menjadi tumpuan masyarakat yang sebelumnya bergantung pada kapal tradisional.
Heru mengatakan rute tersebut memberi pilihan perjalanan yang lebih aman. Misalnya, rute Tanjung Uban–Letung yang berjarak 283 kilometer dapat ditempuh sekitar 15 jam, sementara Letung–Matak sekitar 5 jam. Menurut dia, layanan ini diharapkan membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di daerah-daerah pesisir.
Dengan kesiapan armada, penambahan trip, dan koordinasi dengan TNI/Polri, KSOP, BPTD, GAPASDAP, INFA, hingga BMKG, ASDP memastikan seluruh layanan siap menghadapi musim libur akhir tahun. Perusahaan berharap pengguna dapat menikmati penyeberangan yang lancar dan aman sepanjang periode Nataru 2025.
Baca Juga: ASDP Tambah Dua Kapal Baru, Pelabuhan Punggur Siap Hadapi Arus Mudik Nataru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









