BATAM (gokepri) – Buruh di Batam menggelar unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam, Kamis, 30 Oktober 2025. Aksi ini digelar untuk menuntut tanggung jawab Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam atas kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard yang menewaskan belasan pekerja beberapa waktu lalu.
“Pemerintah dan BP Batam sibuk mempublikasikan investasi triliunan rupiah, tapi keselamatan kerja diabaikan,” ujar Suprapto, Ketua Bidang Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dari atas mobil komando. Ia menilai meningkatnya nilai investasi di Batam tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan warga.
Dalam orasinya, Suprapto menuding pemerintah dan BP Batam lebih mementingkan citra kota sebagai destinasi investasi dan pariwisata, sementara angka pengangguran dan kemiskinan tetap tinggi. Ia juga mengkritik DPRD Kota Batam yang dianggap tidak menjalankan fungsi pengawasan.
“Dewan seharusnya mengawasi pemerintah, bukan ikut jalan-jalan ke mana wali kota pergi,” katanya.
Suprapto juga menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Tenaga Kerja terhadap penerapan upah minimum dan keselamatan kerja. Ia menuding koordinasi antara Disnaker kota dan provinsi buruk, menyebabkan kecelakaan kerja berulang tanpa sanksi tegas.
“Sampai sekarang, belum ada langkah nyata terhadap PT ASL Shipyard. Pemerintah justru berlindung di balik pemeriksaan polisi,” ujarnya.
Dalam aksi yang berlangsung damai itu, buruh membawa delapan tuntutan:
2. Tolak kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen; tetapkan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Batam
3. Tegakkan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan bentuk Tim Investigasi K3 oleh Wali Kota
4. Sahkan RUU Ketenagakerjaan yang melindungi buruh
5. Reformasi pajak perburuhan: naikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta, hapus pajak THR, pesangon, JHT, dan pajak pekerja perempuan menikah
6. Hentikan PHK massal dan bentuk Satgas PHK di Batam
7. Berantas korupsi dan sahkan RUU Perampasan Aset
8. Redesain sistem Pemilu 2029 dan revisi RUU PemiluBaca Juga: Kebakaran Kapal MT Federal II Picu Gelombang Aksi Buruh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






