BATAM (gokepri) – Capaian investasi Rp54,7 triliun dan pertumbuhan ekonomi 6,66 persen menjadi bukti Batam terus tumbuh di tengah tekanan global. Momen Hari Bakti ke-54 dijadikan ajang memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Peringatan Hari Bakti ke-54 Badan Pengusahaan (BP) Batam, Minggu (26/10), menjadi lebih dari sekadar seremoni. Di tengah lesunya ekonomi global, lembaga itu mencatat realisasi investasi Rp54,7 triliun atau 91 persen dari target 2025 sebesar Rp60 triliun. Nilai tersebut tumbuh 25,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan II 2025 juga mencapai 6,66 persen, mendekati capaian tahun lalu sebesar 6,69 persen. “Angka-angka ini menunjukkan tata kelola kita berada di arah yang benar,” kata Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya.
Kontribusi Batam terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepulauan Riau mencapai 66,72 persen. Amsakar menyebut hal ini menjadi bukti ekosistem investasi di Batam terus membaik. Ia menilai dukungan pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor.
“Ke depan, kami fokus mempercepat belanja pemerintah dan menjaga iklim investasi tetap kondusif,” ujar Amsakar. Ia menambahkan, capaian itu bukan hasil kerja satu pihak, melainkan kolaborasi seluruh pegawai dan mitra strategis BP Batam.

Dengan tema “BP Batam Beraksi Tanpa Basa-Basi”, peringatan tahun ini menjadi simbol komitmen lembaga untuk memperkuat pelayanan publik dan kecepatan investasi.
Dalam kesempatan itu, BP Batam menandatangani dua nota kesepahaman, yakni kerja sama antara Rumah Sakit BP Batam dengan Universitas Internasional Batam untuk pembentukan Rumah Sakit Pendidikan Village, serta kerja sama dengan BAZNAS dalam program pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Langkah ini, menurut Amsakar, merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang inklusif — tidak hanya untuk investor, tetapi juga untuk peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan warga Batam.

Dalam rangkaian acara syukuran, Pemerintah Kota Batam menyerahkan Sertifikat Cagar Budaya Galang Heritage Village kepada BP Batam. Penetapan ini menjadi bagian dari penguatan identitas budaya dan potensi pariwisata yang akan menopang diversifikasi ekonomi Batam.
“Momentum ini harus menjadi penyemangat untuk memperkuat kebersamaan dan memperkokoh pelayanan publik,” kata Amsakar.
Setelah lebih dari lima dekade berdiri, BP Batam dihadapkan pada tantangan baru: memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan dan inklusif. Hari Bakti tahun ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal angka investasi, tetapi juga soal keberlanjutan dan manfaat bagi masyarakat Batam. INFO
Baca Juga: Batam Jadi Magnet Baru Investasi Teknologi Hijau
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








