BATAM (gokepri) – Badan Pengusahaan (BP) Batam tampil di forum bisnis ASEAN untuk memperkenalkan wajah baru kawasan industri Indonesia yang makin kompetitif. Momentum di forum itu mulai membuahkan hasil.
Batam menjemput peluang investasi dari Malaysia. Dalam ajang The 9th Selangor International Business Summit (SIBS) 2025 di Kuala Lumpur, BP Batam menampilkan wajah baru kawasan industri Indonesia yang tengah berbenah menuju daya saing global.
Selama empat hari pameran yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre, 8–11 Oktober 2025, BP Batam memperkenalkan potensi dan proyek strategis di bidang industri, logistik, dan ekonomi digital. Paviliun Batam menjadi salah satu yang ramai dikunjungi dalam pameran yang diikuti lebih dari 700 delegasi internasional dari 10 negara Asia dan Eropa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Batam kini hadir dengan tata kelola investasi yang modern dan transparan,” kata Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, di sela forum, Kamis (9/10). “Batam bukan hanya pintu gerbang ekonomi Indonesia, tapi mitra strategis bagi pertumbuhan kawasan ASEAN.”
Kehadiran BP Batam di SIBS 2025 bukan sekadar ajang promosi. Dalam sesi Selangor ASEAN Business Conference bertema Connecting the Dots for ASEAN’s Logistics and Supply Chain Connectivity, Ariastuty menjadi panelis dan memaparkan strategi pengembangan Batam melalui Five Engines of Growth.
Lima mesin pertumbuhan itu meliputi pelabuhan transshipment kelas dunia, industri maritim berteknologi tinggi, industri elektronika dan rantai pasok lokal, pusat data serta ekonomi digital, hingga ekonomi kreatif berbasis inovasi.
Konsep ini menjadi peta jalan pengembangan Batam untuk menyaingi kawasan industri unggulan di Asia Tenggara seperti Johor Bahru, Penang, dan Ho Chi Minh City. Pemerintah menargetkan Batam menjadi simpul logistik sekaligus gerbang investasi terbesar Indonesia di kawasan barat.
Momentum di Kuala Lumpur mulai membuahkan hasil. Dua delegasi bisnis asal Malaysia menyatakan komitmennya untuk berkunjung ke Batam pada tahun mendatang guna menindaklanjuti peluang kerja sama yang dibahas dalam forum tersebut.
“Antusiasme peserta sangat baik. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap arah pengembangan Batam di masa depan,” ujar Ariastuty.
BP Batam menilai forum seperti SIBS penting untuk memperkuat jejaring investasi lintas batas, terutama dalam sektor logistik dan ekonomi digital. Selama ini, Batam dikenal memiliki posisi geografis strategis dan infrastruktur pelabuhan yang menjadi penopang rantai pasok kawasan barat Indonesia.
SIBS 2025 dibuka oleh Raja Muda Selangor, Tengku Amir Shah Ibni Sultan Sharafuddin Idris Shah Alhaj, dan dihadiri oleh Dato’ Seri Amirudin bin Shari, Menteri Besar Selangor, serta Dato’ Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof, Deputi Perdana Menteri Malaysia. Acara ini digelar oleh Invest Selangor Berhad bersama Pemerintah Negeri Selangor dan diikuti negara-negara seperti Korea, Tiongkok, Prancis, Arab Saudi, Brunei, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.
Forum tahunan ini menjadi panggung bagi negara-negara ASEAN memperkuat kolaborasi di sektor ekonomi digital, industri, logistik, dan ekonomi hijau. Di tengah persaingan regional yang kian ketat, Batam berupaya menegaskan peran barunya: bukan sekadar kawasan industri, melainkan simpul pertumbuhan baru di Asia Tenggara.
“Kami membawa semangat keterbukaan dan kolaborasi,” kata Dendi Gustinandar, Direktur Investasi BP Batam. INFO
Baca Juga: Bisakah Wisata Medis Batam Bersaing dengan Singapura dan Malaysia?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








