Empat Nama Berebut Kursi Sekda Batam

Pelantikan pejabat pemko batam 2025
Wali Kota Batam Amsakar Achmad melantik 95 pejabat baru di Aula Engku Hamidah, Jumat, 29 Agustus 2025. Pelantikan massal ini mencakup camat, lurah, kepala bagian, hingga pejabat rumah sakit daerah. GOKEPRI/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) – Empat pejabat Pemerintah Kota Batam dinyatakan lolos seleksi administrasi calon Sekretaris Daerah Kota Batam. Berkas mereka memenuhi syarat untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Mereka adalah Ardiwinata, Firmansyah, Rudi Panjaitan, dan Suhar. Hasil tersebut diumumkan melalui surat bernomor 02/PANSEL-JPT/BTM/09/2025.

Ardiwinata saat ini menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam. Firmansyah dikenal sebagai pejabat senior di lingkungan Pemko Batam. Sejak akhir Agustus ia menjabat Penjabat Sekda Batam setelah sebelumnya pelaksana tugas. Rudi Panjaitan memiliki pengalaman panjang di birokrasi, jabatannya sekarang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

HBRL

Sementara Suhar berkarier sebagai pejabat teknis dengan latar belakang perencanaan wilayah dan kota, jabatannya sekarang Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA).

Posisi sekda menjadi sorotan karena dianggap strategis dalam menggerakkan roda pemerintahan. Sekretaris daerah berperan sebagai motor koordinasi antar-organisasi perangkat daerah sekaligus penghubung kebijakan wali kota dengan birokrasi.

Jefridin adalah pejabat yang menjabat Sekda definitif sejak dua periode terakhir kepemimpinan Muhammad Rudi-Amsakar Achmad. Ia digeser menjabat Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah Kota Batam sejak Agustus 2025 atau enam bulan kepemimpinan Amsakar-Li Claudia Chandra.

Calon sekda batam
Sumber: Pemko Batam

Selain seleksi sekda, panitia juga mengumumkan hasil seleksi administrasi untuk jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Lima nama dinyatakan lolos: Budi Hartoyo, Nur Amri Arif, Sri Miranthy Adisthy, Titin Yuniarti, dan Yudi Suprapto.

Untuk jabatan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, tujuh nama melaju ke tahap berikutnya. Mereka adalah Chitra Widya, Damanhuri, Ghufron, Irwanto, Sri Miranthy Adisthy, Zul Arif, dan Zulkifli Aman.

Seluruh peserta masih akan menghadapi uji kompetensi dan wawancara. Hasil akhir akan menentukan siapa yang berhak menduduki kursi jabatan tinggi pratama di Pemko Batam.

Baca: Rudi Panjaitan: Fungsi Sekda adalah Mengorkestrasi Birokrasi

Diberitakan, Pemerintah Kota Batam membuka seleksi terbuka untuk empat jabatan pimpinan tinggi pratama. Posisi yang dilelang antara lain Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Tenaga Kerja, serta Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.

“Pengisian jabatan harus segera. Sekda tidak boleh lama kosong, sekarang diisi Plh Firmansyah. Untuk mendapatkan Sekda definitif harus ada lelang. Begitu juga dengan Kadisdukcapil yang sekarang Plh Yusfa Hendri,” kata Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Kamis (28/8).

Jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja kosong setelah pejabat sebelumnya, Rudi Sakyakirti, memasuki masa purna bhakti. Sementara posisi Kepala Dinas Sosial lowong karena pejabat lama, Leo Putra, dipindahkan menjadi Kepala Dinas Perhubungan Batam.

“Jadi ada empat yang kita lelang. Pegawai yang memenuhi syarat silakan ikuti seleksi ini,” ujar Amsakar.

Menurut pengumuman di situs resmi BKPSDM Batam, pendaftaran seleksi dibuka secara online mulai 25 Agustus hingga 8 September. Setelah itu, peserta menjalani seleksi administrasi dengan hasil diumumkan 9 September. Tahap asesmen berlangsung 10–15 September, penulisan makalah pada 16 September, dilanjutkan presentasi makalah dan wawancara 17–18 September. Hasil akhir akan disampaikan 19 September 2025.

Dalam pidatonya saat pelantikan pejabat 29 Agustus 2025, Amsakar menegaskan mutasi dan promosi dilakukan dengan pertimbangan komprehensif. “Tutup buku cerita-cerita yang tidak perlu. Hari ini ada perputaran dengan pertimbangan yang matang,” katanya.

Ia menekankan rotasi kali ini bersifat normatif. Sebagian besar hanya pergeseran setara, dengan promosi terbatas. “Seingat saya, tidak lebih dari satu atau dua nama yang berubah signifikan,” ujarnya.

Kepada camat yang baru dilantik, Amsakar memberi pesan tegas. “Besok kita akan melaksanakan pesta rakyat. Camat-camat yang baru harus bisa mobilisasi masyarakat. Kalau tidak sesuai harapan, lusa kami mutasi lagi,” katanya.

Ia juga mengingatkan pejabat agar peka terhadap aspirasi warga. “Jangan sampai pejabat berkomentar dengan gaya yang merendahkan. Sensitiflah dengan harapan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Amsakar, pelantikan ini merupakan pilihan terbaik di tengah ekspektasi yang tinggi. “Kalau mau bicara hutang budi, saya berhutang budi dengan 5.600 relawan. Tapi tidak mungkin semua bisa kami akomodir. Jadi inilah pilihan terbaik saat ini,” katanya menutup pidato.

Baca Juga: 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait