Batam Targetkan Bebas Banjir Dua Tahun Lagi, Pengusaha Diminta Turun Tangan

Amsakar Li Claudia
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, berdialog dengan insan pers se-Kota Batam dalam silaturahmi di Aula Kantor Pemko Batam, Rabu (3/9/2025). GOKEPRI/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam menargetkan persoalan banjir rampung dalam dua tahun. Target ini dipasang dengan melibatkan pengusaha agar pembangunan kawasan tidak memperparah genangan.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan pengembang wajib berkoordinasi dengan pemerintah terkait sistem drainase. Menurut dia, pembangunan perumahan dan kawasan usaha tidak boleh asal-asalan seperti sebelumnya.

“Dua tahun lagi insya Allah lebih baik. Tapi butuh kerja sama semua pihak. Kami bukan power ranger, enggak bisa sulap,” ujarnya dalam silaturahmi bersama media di Gedung Pemko Batam, Rabu (3/9).

Li meminta pengusaha ikut membiayai saluran pembuangan air dari kawasan industri dan perumahan langsung ke laut. Ia menekankan masalah banjir tidak bisa hanya ditanggung anggaran pemerintah.

“Kalau tunggu dana pemko, enggak akan selesai. Kalian bisnis di sini, bantu juga selesaikan,” katanya.

Selain menggandeng pengusaha, pemerintah juga mengajak masyarakat berperan menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran air.

“Kami butuh kepercayaan masyarakat. Kalau saya dan Pak Wali enggak bisa kerja, ya jangan pilih kami lagi,” tutur Li.

Meski belum tuntas, Li menyebut sejumlah langkah awal sudah berdampak. Tinggi genangan air saat hujan kini berangsur menurun.

Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, memaparkan penanganan banjir disusun dalam tiga tahap: jangka pendek, menengah, dan panjang. Menurut dia, banyak kawasan belum memiliki drainase, sementara saluran yang ada tertimbun sedimentasi. Ada pula daerah yang dibangun di dataran rendah, sehingga rawan tergenang.

Dalam jangka pendek, Pemko dan BP Batam menormalisasi sungai serta saluran alami. Jangka menengah, pemerintah membangun saluran pembuangan baru ke laut di kawasan padat seperti Mondial dan Bengkong, serta memasang box culvert untuk memperlancar aliran.

Pada tahap jangka panjang, tahun 2026, direncanakan penggantian jembatan yang menyempitkan aliran air serta pembangunan kolam resapan berkonsep eco park.

“Beberapa jembatan masih box culvert yang sempit, jadi saat debit air tinggi meluap. Itu akan diganti tahun depan,” kata Mouris.

Pemko Batam berharap dukungan lintas sektor dapat mempercepat penyelesaian persoalan banjir dalam dua tahun mendatang.

Baca Juga: Upaya Pemko Batam Mengatasi Banjir Tahunan 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait