KARIMUN (gokepri.com) – Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri, Adhang Noegroho Adhi menanggapi sejumlah orasi yang disampaikan perwakilan masyarakat yang menamakan diri Pergerakan Aksi Damai Rakyat Karimun Bersuara tersebut.
Setidaknya, ada empat poin penting yang disampaikan Kakanwil Adhang Noegroho Adhi kepada masyarakat yakni pertama, Bea Cukai mendukung ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Karimun.
Kedua, tolong diluruskan sampai saat ini Bea Cukai belum ada melakukan penindakan beras di Karimun, yang ada penindakan tujuan daratan sumatera, jadi isu yang beredar tolong diluruskan.
Ketiga, Bea Cukai akan mendukung pemerintah Kabupaten Karimun menyikapi kelangkaan beras ini supaya bisa segera dipenuhi sesuai dengan hasil rapat lintas instansi Kementerian dan Bulog.
Keempat, permintaan masyarakat atas hibah hasil tangkapan tolong dibuatkan surat tertulis nanti akan dikoordinasikan dengan pihak Karantina, karena proses penanganan penyidikan di pihak Karantina Kepri di Batam.

Melalui dialog tersebut, Kanwil DJBC Khusus Kepri menegaskan komitmennya untuk selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok, khususnya beras demi ketahanan pangan di Kepri terutama di Karimun.
Poin penting yang disampaikan Kakanwil DJBC Khusus Kepri tersebut menjawab Pergerakan Aksi Damai Rakyat Karimun Bersuara yang mendatangi Kantor Bea Cukai Kepri tersebut, Rabu 20 Agustus 2025 sekitar pukul 09.30 WIB.
Aksi damai yang diikuti puluhan masyarakat Karimun yang didominasi emak-emak tersebut berlangsung di depan pagar pintu keluar Kanwil DJBC Khusus Kepri.
Mereka berorasi terkait kelangkaan beras premium yang sudah terjadi di akhir sejak sebulan terakhir. Para orator secara bergantian menyampaikan orasi kepada pejabat Kanwil DJBC Khusus Kepri.
“Ayo Pak Kakanwil (Kepri), keluar temui kami di sini. Mari kita bicara, kenapa beras di Karimun langka sementara daerah lain di Kepri aman-aman saja,” ujar Haryono Zuhri, salah seorang orator dalam aksi tersebut.
Selang tak berapa lama, utusan dari Kanwil DJBC Khusus Kepri meminta 8 orang perwakilan dari masyarakat berdialog dengan Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Adhang Noegroho Adhi.
Koordinator Lapangan Aksi Damai Rakyat Karimun Bersuara, Deni Subairi mempertanyakan, terkait beras premium kenapa justru Karimun yang langka sementara daerah lain di Kepri tak ada masalah.
“Kanwil DJBC Khusus Kepri ini terletak di Karimun, tapi kenapa soal beras justru Karimun yang langka, sementara daerah lain aman-aman saja. Bea Cukai di Kepri pusatnya di Karimun, kok kita yang sulit. Ada apa ini,” ujar Deni.
Penulis: Ilfitra









