BATAM (gokepri) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat pelaku UMKM di Batam, Kepulauan Riau, lewat program Klinik Desain. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas desain produk, kemasan, dan komunikasi visual sebagai modal penting untuk bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan program ini sejalan dengan UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor). “Kualitas desain adalah salah satu unsur penting untuk memberikan nilai tambah dalam memasarkan produk,” kata Budi di Batam, Kamis (14/8).
Lokakarya bertajuk “Pengembangan Ekspor Produk Kreatif melalui Klinik Desain” ini diikuti 50 pelaku UMKM. Kemendag menghadirkan desainer dari Indonesia Design Development Center (IDDC) sebagai narasumber.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menegaskan, Klinik Desain adalah program gratis untuk mempersiapkan pelaku usaha agar bisa bersaing di pasar global. Program ini juga memberikan pemahaman tren global dan mendorong kolaborasi pemerintah.
Salah satu peserta, Sumiyati, mengapresiasi program ini karena membantunya meningkatkan kualitas kemasan keripik peyek bulat. Ia mengaku mendapat banyak ilmu, termasuk syarat legalitas yang harus dipenuhi sebelum ekspor, seperti NIB, PIRT, sertifikasi halal, BPOM, hingga barcode internasional.
Sejak 2017 hingga 2024, Kemendag mencatat 1.338 pelaku usaha berorientasi ekspor telah memanfaatkan program Klinik Desain.
Selain itu, Kemendag juga memberikan berbagai fasilitasi lain, seperti sertifikasi, pendampingan, hingga pembukaan jejaring melalui pameran dagang internasional. ANTARA
Baca Juga: Mendag Klaim Ekspor RI Melesat, UMKM Jadi Penggerak Utama
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









