Nelayan Batam Lebih Pilih Ekspor Ikan karena Harga Jual Lebih Tinggi

Ikan Dingkis Batam
Nelayan menaikkan ikan dingkis dari dalam kelong atau keramba jaring sangkut ke atas perahunya di perairan sekitar Pulau Batam, Kepulauan Riau, Selasa (17/1/2023). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

BATAM (gokepri) — Harga jual yang tinggi membuat nelayan Batam lebih memilih mengekspor hasil tangkapan mereka ke Singapura. Fenomena ini menyebabkan kebutuhan ikan konsumsi harian masyarakat lokal justru harus dipenuhi dari daerah lain seperti Natuna dan Anambas.

Sektor perikanan Batam menunjukkan kinerja positif dengan nilai ekspor mencapai Rp232 miliar sepanjang 2024. Sebagian besar hasil tangkapan nelayan diekspor ke Singapura, karena memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasar lokal.

Ekspor ikan dari Batam mencapai 5.414 ton pada 2024. Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmajiamto, menjelaskan ekspor ini dikirim setiap malam melalui pengepul di pulau-pulau, kemudian disalurkan ke agen ekspor resmi.

HBRL

“Harga jual mengikuti pasar Singapura, sehingga nelayan lebih memilih mengekspor langsung,” kata Yudi, Kamis, 7 Agustus 2025.

Jenis ikan yang diekspor mayoritas adalah ikan karang bernilai tinggi seperti kerapu, unggak, kaci, dan dingkis. Sementara itu, ikan konsumsi harian masyarakat Batam, seperti benggol dan mata besar, justru dipasok dari perairan Natuna dan Anambas.

Yudi menambahkan, nelayan Batam tidak kesulitan dalam penjualan karena permintaan ekspor yang tinggi. Dinas Perikanan secara aktif memberikan pendampingan untuk meningkatkan produksi tangkap dan memperkuat kapasitas ekspor.

Pada semester pertama 2025, realisasi ekspor ikan Batam telah mencapai 3.275 ton, setara 55 persen dari target 6.000 ton untuk tahun ini. Nilai ekspor tersebut mencapai Rp129 miliar, dengan target total Rp250 miliar.

Pemerintah Kota Batam juga mendukung nelayan dengan memberikan rekomendasi pengambilan minyak sebagai bagian dari program keberpihakan kepada sektor perikanan tangkap. “Batam memiliki potensi perikanan yang luar biasa, dan tugas kami adalah memastikan potensi ini bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan nelayan,” kata Yudi.

Baca Juga: Semester Pertama 2025, Ekspor Perikanan Batam Capai Rp129 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait