Tarif Ekspor Turun, Ekonom Soroti Risiko Impor AS ke Indonesia

Tarif bea masuk as
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bertemu dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick (kanan) untuk membahas kelanjutan negosisasi kebijakan tarif resiprokal AS di Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (10/7/2025). Foto: Kemenko Perekonomian

JAKARTA (gokepri) – Tarif bea masuk produk Indonesia ke AS turun jadi 19%, namun ekonom Celios mewaspadai pembengkakan impor dari AS. Ini berpotensi rugikan produsen lokal.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan produk ekspor unggulan Indonesia seperti alas kaki, pakaian jadi, karet, dan CPO diuntungkan dengan tarif bea masuk 19 persen ke Amerika Serikat (AS). Penurunan tarif ini baru saja diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Namun, Bhima mengingatkan Indonesia perlu mewaspadai pembengkakan impor produk dari AS, seperti migas, produk elektronik, suku cadang pesawat, sereal dan gandum, serta produk farmasi. Ini menyusul pernyataan Trump bahwa negaranya mendapat tarif nol persen ke Indonesia.

HBRL

“Tarif 19 persen untuk barang ekspor Indonesia ke AS, sementara AS bisa mendapat fasilitas 0 persen, sebenarnya punya risiko tinggi,” kata Bhima, Rabu 16 Juli 2025.

Menurut Bhima, sektor migas, produk elektronik, suku cadang pesawat, serealia dan gandum, serta produk farmasi mencatat nilai impor tinggi pada 2024. Dampak potensi meningkatnya impor terhadap neraca perdagangan harus diwaspadai. “Tercatat sepanjang 2024, total impor lima jenis produk ini mencapai 5,37 miliar dolar AS atau setara Rp87,3 triliun,” ujarnya.

Bhima menjelaskan, AS akan sangat diuntungkan dari penetrasi ekspor gandum ke Indonesia karena tarif 0 persen. Ini perlu diwaspadai mengingat pemerintah punya target swasembada pangan melalui pemberdayaan petani dan produsen pangan lokal.

“Konsumen mungkin senang harga mi instan dan roti bakal turun, tapi produsen pangan lokal terimbas dampak negatifnya,” kata Bhima.

Lebih lanjut, ia menilai tarif untuk produk Indonesia ke AS idealnya masih bisa turun lagi. “Penurunan tarif Vietnam dari 46 persen ke 20 persen lebih signifikan dibanding penurunan tarif Indonesia yang sebelumnya 32 persen ke 19 persen. Idealnya Indonesia bisa lebih turun lagi,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tarif impor senilai 19 persen akan diberlakukan terhadap produk-produk Indonesia yang masuk ke AS, berdasarkan negosiasi langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Nilai baru tersebut menunjukkan kesepakatan untuk menurunkan tarif impor AS untuk produk Indonesia dari angka 32 persen yang diumumkan pertama kali oleh Trump pada April lalu. Trump mengatakan Indonesia berjanji akan membebaskan semua halangan tarif dan non-tarif bagi produk AS yang masuk ke RI.

Apabila ada produk dari negara ketiga dengan tarif lebih tinggi yang akan diekspor ke AS melalui Indonesia, tarif 19 persen itu akan ditambahkan pada produk tersebut.

Selain penetapan nilai tarif, kesepakatan yang diteken antara Trump dan Prabowo juga mencakup komitmen RI membeli energi dari AS senilai 15 miliar dolar AS dan produk agrikultur senilai 4,5 miliar dolar AS. ANTARA

Baca Juga: Tiga Strategi BP Batam Hadapi Tarif AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait