Batam (gokepri.com) – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelukis-pelukis Batam untuk berkreasi. Di antara mereka memilih tetap menuangkan kreativitas di atas kanvas selama pandemi.
Pelukis Batam, Haryanto misalnya, sejak awal pandemi Maret 2020, memilih untuk mengisi waktu luang dengan melukis. Pandemi Covid-19 menginspirasinya untuk menuangkan tema-tema tersebut ke dalam lukisannya.
“Ada 60 lukisan hasil karya selama pandemi Covid-19, terhitung mulai Maret. Ada lukisan dengan makanan di gantung di pagar, jaga jarak, masker, dan cuci tangan,” sebutnya saat Ekraf Festival.
Haryanto mengaku antusias mengikuti pameran dalam kemasan Ekraf Festival itu. Menurutnya, pameran ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah dalam menghargai karya anak Batam.
“Awalnya saya mengisi waktu luang dengan melukis. Saya tidak menyangka hari ini bisa menampilkan karya di Kepri Mall,” ucapnya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Batam mengelar Ekraf Festival di Kepri Mall, 11-13 Desember. Festival pertama kali itu menampilkan 60 lukisan dan 15 foto.
Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, Ekraf Festival mendapat dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selama pandemi, Kemenparekraf tak henti-hentinya mendukung kegiatan dalam rangka menumbuhkan pariwisata Batam.
“Pandemi Covid-19 membuat kita tetap bersemangat, ibarat perang ada pertahanan dan senjata. Pertahanan itu vaksin dan senjata itu obat. Mudah-mudahan vaksin segera hadir di Batam,” harapnya, Jumat (11/12/2020).
Pameran foto dan lukisan ini menampilkan karya dari anak Batam yang tak ternilai harganya. Dalam karya tersebut berisikan arti bahaya dan penanganan Covid-19 di Batam.
“Isi foto dan lukisan bagaimana pemerintah mengendalikan dan serius menangani Covid-19. Seperti foto check point di Nongsa, ada lukisan masker, tim medis, dan tim gugus Covid-19,” sebutnya.
Disbudpar membuka ide kreatif anak-anak Batam untuk tampil, sehingga Batam menjadi kota kreatif. Ia menyebutkan ada 17 sub sektor ekonomi kreatif, di antaranya radio, arsitektur, seni rupa, fotografi, fashion, dan sebagainya.
“Hari ini kita menampilkan lukisan, foto, dan batik ikan marlin,” sebut dia.
Ardi berharap, Ekraf Festival menjadi kegiatan tahunan dan semua bidang ekonomi kreatif bisa tampil. “Ini pameran pertama dan tahun depan kita buat lagi. Tujuannya untuk memberikan ruang teman-teman dalam menampilkan karyanya di pameran nanti,” katanya.
Direktur Eksekutif BPPD Kota Batam, Edi Sutrisno mengatakan, pameran ini terbuka untuk umum. Khususnya pengunjung mall dan wisatawan nusantara. Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat tentang pandemi Covid-19 dan pencegahannya. Selain itu sebagai tempat rekreasi mengisi akhir pekan.
“Pameran seni lukisan tematik ini bisa jadi ajang rekreasi warga Batam mengisi waktu libur,” ucapnya. (wan)









