Realisasi PAD Batam Masuk Lima Besar Nasional

PAD Batam 2025
Walikota Batam Amsakar Achmad di DPRD Batam, 14 Mei 2025. GOKEPRI/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam Triwulan I 2025 mencapai 32,8 persen. Angka ini menempatkan Batam dalam daftar lima besar nasional realisasi pendapatan daerah.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyoroti sektor pariwisata sebagai salah satu potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam. Menurut Amsakar, posisi geografis dan geopolitik Batam sangat strategis untuk pengembangan sektor ini.

“Batam punya aksesibilitas yang sangat terbuka, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri. Konektivitas ini bisa dilihat dari banyaknya penerbangan, pelabuhan domestik, dan pelabuhan internasional,” ujarnya, Rabu 14 Mei.

HBRL

Ia mencontohkan rute penerbangan langsung dari berbagai wilayah seperti Papua, Sulawesi, Surabaya, Kalimantan, hingga Sumatera Barat yang terkoneksi dengan Batam. Hal ini menunjukkan besarnya potensi untuk menarik wisatawan.

Lebih lanjut Amsakar menyampaikan, Batam selalu berada di peringkat dua atau tiga tertinggi dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. “Sebelumnya tercatat ada 1,3 juta wisatawan mancanegara yang masuk ke Batam, belum termasuk sekitar 3 juta kunjungan domestik,” sebutnya.

Dari sisi pendapatan, Amsakar merinci lima komponen utama penyumbang PAD: BPHTB, PPJ, PBB, pajak hotel, dan pajak restoran. “Komponen pajak hotel dan restoran ini menjadi indikator kuat bahwa Batam merupakan kota tujuan kunjungan, yang tentu erat kaitannya dengan pariwisata,” tambahnya.

Terkait evaluasi realisasi PAD triwulan pertama tahun 2025, Amsakar mengungkapkan Kota Batam telah mencapai 32,8 persen dari target tahunan. Angka ini dinilainya sangat positif dan sesuai dengan proyeksi ideal 33,3 persen. “Kalau capaian hanya 10 persen, itu baru berbahaya. Tapi ini sudah hampir 33 persen, artinya perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sudah berjalan di rel yang benar,” tegasnya.

“Secara normatif, saya masih melihat situasi ini stabil. Kita juga sudah berada di posisi lima besar nasional untuk capaian pendapatan dan sembilan besar untuk realisasi belanja, menurut data dari Menteri Dalam Negeri.”

Kota Batam tercatat sebagai daerah ke-5 terbaik dalam realisasi pendapatan dan ke-9 terbaik dalam realisasi belanja daerah secara nasional. Daerah-daerah lain yang masuk dalam daftar lima besar pendapatan antara lain Denpasar, Baubau, Banjarbaru, dan Bukittinggi.

Mengenai adanya keluhan dari beberapa pelaku usaha hotel dan restoran terkait menurunnya kunjungan, Amsakar akan membahas agar hal tersebut didalami lebih lanjut.

Dengan capaian positif ini, Amsakar menyampaikan rasa syukur dan optimisme terhadap arah pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah Batam. “Alhamdulillah, ini menandakan bahwa desain perencanaan pembangunan kita sudah tepat dan berjalan sesuai jalur. InsyaAllah ini akan menjadi pondasi yang baik bagi pembangunan Batam ke depan,” tutupnya.

Baca Juga: DPRD Batam Godok Rancangan APBD-P 2024, Target Pendapatan Dinaikkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait