BATAM (gokepri) — Aktivitas truk pengangkut tanah di Kota Batam kembali menuai keluhan warga. Ceceran tanah dari kendaraan-kendaraan besar tersebut dilaporkan mengotori jalan raya, menimbulkan debu, dan membahayakan pengendara yang melintas. Hingga kini, masyarakat menyoroti belum adanya sanksi tegas terhadap sopir maupun perusahaan pemilik kendaraan.
Menanggapi kondisi yang meresahkan ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Salim, mengakui masalah ceceran tanah dari truk pengangkut merupakan perhatian serius pihaknya. Ia menyatakan, Dishub berencana meningkatkan pengawasan aktivitas tersebut bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang.
“Pengawasan itu nanti akan dilakukan bersama teman-teman dari Satlantas,” ujarnya kepada wartawan, baru-baru ini.
Salim menambahkan, pengawasan dan potensi penindakan juga bisa melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Menurutnya, aktivitas truk yang meninggalkan ceceran tanah di jalanan dinilai melanggar sejumlah peraturan daerah, seperti aturan lingkungan serta ketentraman dan ketertiban umum (transtibum).
“Itu bisa masuk pada pelanggaran aturan lingkungan dan ketentraman serta ketertiban umum (transtibum). Satpol bisa melakukan penindakan,” tegasnya.
Meski demikian, belum ada informasi lebih detail mengenai jadwal pasti atau bentuk konkret dari pengawasan dan penindakan yang akan dilakukan. Masyarakat berharap penanganan yang lebih serius, mengingat kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan lainnya.
Sebelumnya, warga di beberapa titik seperti Batu Aji, Tembesi, dan Tanjung Piayu, memang telah mengeluhkan kondisi jalan yang kotor dan licin akibat tanah yang tercecer dari truk proyek. Kondisi ini tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan, akibat jalan yang licin.
Oleh karena itu, warga mendesak agar pihak terkait segera bertindak tegas dan tidak hanya mengandalkan imbauan tanpa disertai sanksi atau tindakan nyata di lapangan.
Baca Juga: Cegah Banjir, Daerah Aliran Sungai Baloi Indah Bakal Ditata Jadi Taman Hijau
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









