BATAM (gokepri.com) – Di tengah guyuran hujan lebat, ribuan jemaah tetap khusyuk menunaikan Salat Idulfitri 1446 H di Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah, Senin (31/3/2025).
Meskipun guyuran hujan lebat pagi itu, semangat umat Islam untuk merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa tampak tak surut. Mereka terus memadati gedung masjid.
Dengan mengenakan pakaian gamis yang dominan warna putih, para jaemaah tetap bertahan hingga akhir salat dan khutbah. Beberapa di antaranya bahkan membawa payung dan jas hujan agar tetap bisa beribadah dengan nyaman.
Baca Juga: Doa dan Adab Ziarah Kubur saat Momen Lebaran Idulfitri
Seorang jemaah, Deby mengaku tidak mempermasalahkan hujan deras yang turun saat pelaksanaan salat.
“Hujan bukan halangan. Ini hari kemenangan, hari raya yang dinanti-nanti. Saya tetap datang demi menjalankan ibadah ini,” ujar Deby.
Mendatangi masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Deby tak sendirian, ia bersama keluarga. Bagi keluarganya, salat ied menjadi momentum penting untuk memperkuat iman dan tali persaudaraan.
Ustaz Firman memimpin langsung sholat Idul Fitri di Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah, ia menjadi khatib.
Dalam khutbahnya, Ustaz Firman mengingatkan Hari Raya Idulfitri bukan sekadar perayaan tetapi juga momen untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan, terutama setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
“Eid adalah simbol kemenangan, baik secara spiritual maupun jasmani. Ini bukan hanya soal kembali kepada kesucian, tetapi juga bagaimana kita memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah,” ujar sang Ustaz.
Ia juga menekankan bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata seperti membantu sesama, menjaga hubungan baik dengan keluarga dan tetangga, serta meningkatkan amal ibadah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









