Tanjungpinang Bahas Rencana Belajar Tatap Muka Januari 2021

Tanjungpinang belajar tatap muka
Siswa SMPN 11 Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepri melalukan uji coba belajar tatap muka di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan. (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Pemko Tanjungpinang tengah mempersiapkan dan membahas rencana kembali dimulainya belajar tatap muka di sekolah. Rencana ini mengacu surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri yang menetapkan dibukanya kembali pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021.

Wali Kota Tanjungpinang Rahma menyatakan untuk pemberlakuan SKB 4 Menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan dan Menteri Agama itu pihaknya masih melihat perkembangan kondisi kasus COVID-19 di daerah itu.

“Januari 2021, masih ada waktu satu bulan lagi. Kita berdoa, mudah-mudahan kasus COVID-19 di Tanjungpinang menurun bahkan hilang,” kata Rahma, Selasa (1/12/2020).

HBRL

Rahma juga menyebutkan dalam keputusan itu ada ketentuan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah dikembalikan sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

“Jadi, kalau sampai Januari 2021 kasus COVID-19 tidak turun. Maka, bukan tidak mungkin kita tetap dengan kondisi seperti ini, pembelajaran lewat daring atau online,” ucap dia.

Untuk persiapan satuan pendidikan sendiri, lanjut Rahma, semua ketentuan pembelajaran tatap muka sudah disiapkan oleh Dinas Pendidikan, bahkan sudah dilakukan uji coba di beberapa sekolah. Sistemnya dengan mengatur pembagian waktu belajar, ada siswa yang masuk pagi dan siang.

Menurutnya, meski sekolah sudah siap melakukan belajar tatap muka. Pemkot juga perlu mempertimbangkan keselamatan siswa dan pendapat orangtua murid.

“Kita lihat kondisi Januari 2021. Apakah perlu kita sesuaikan dengan surat edaran bahwa kembali belajar tatap muka atau sesuai ketentuan bahwa dikembalikan sepenuhnya dengan kondisi daerah masing-masing,” tutur Rahma.

Sementara itu, berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 Kepri per 30 November 2020, jumlah kasus di Tanjungpinang mencapai 855 orang, di antaranya 113 aktif, 276 sembuh, dan 1 meninggal.

Dari tujuh kabupaten/kota se Kepri, Tanjungpinang tertinggi kedua kasus COVID-19 setelah Batam yang mencatatkan sebanyak 4.102 kasus. (Can/ant)

Editor: Candra Gunawan

|Baca Juga:

Siswa SMPN 11 Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepri melalukan uji coba belajar tatap muka di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan. (ANTARA/Ogen)

 

Pos terkait