BATAM (gokepri.com) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam terus menggerakkan program inovatif Sistem Pelayanan Umat Lintas Antar Pulau Terluar (Siput Laut) untuk mendekatkan berbagai layanan kepada masyarakat di pulau-pulau terpencil.
Kepala Kantor Kemenag Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan program ini dirancang untuk menjawab tantangan geografis yang dihadapi warga di wilayah terluar.
“Kami membawa layanan seperti sertifikasi halal, pembagian sembako, hingga pemeriksaan kesehatan. Tujuannya adalah menjemput kebutuhan masyarakat yang kesulitan mengakses layanan di daratan utama,” jelas Zulkarnain, Kamis (16/1/2025).
Baca Juga: Aplikasi Madani Kemenag Batam, Inovasi untuk Layani Kelompok Rentan
Program Siput Laut, yang diluncurkan pada 2023, digelar setiap bulan atau sebanyak 12 kali setahun. Pulau-pulau seperti Sarang dan Galang menjadi prioritas utama dalam pelaksanaannya.
Zulkarnain menambahkan sebelum turun ke lapangan, tim penyuluh mendata kebutuhan masyarakat di lokasi sasaran. “Ada warga yang membutuhkan Al-Quran, bimbingan keagamaan, atau bantuan lain. Dengan pendataan ini, layanan kami bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan tenaga medis dari Puskesmas Kota Batam. Selain pelayanan keagamaan, tim Siput Laut memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Di beberapa pulau, kami menemukan banyak warga dengan tekanan darah atau kolesterol tinggi. Meski kami tidak memberikan obat, kami arahkan mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Kemenag Batam berharap program Siput Laut dapat terus berlanjut dengan dukungan berbagai pihak.
“Kami membuka peluang kolaborasi lebih luas agar cakupan layanan semakin meningkat dan partisipasi masyarakat di pulau-pulau terluar semakin besar,” kata Zulkarnain. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








