Apple Umumkan Investasi Rp16 Triliun di Indonesia Pekan Depan

Pabrik Apple Batam
Apple iPhone 16 plus saat peluncuran di kampus Apple Park di Cupertino, California, AS, Senin (9/9/2024). (David Paul Morris/Bloomberg)

JAKARTA (gokepri) – Apple akan realisasikan investasi Rp16 triliun di Indonesia, termasuk pabrik AirTag di Batam dan aksesori di Bandung. Strategi ini juga membuka jalan untuk iPhone 16 bisa dipasarkan di Tanah Air.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple, akan mengumumkan realisasi investasinya di Indonesia pekan depan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyatakan pengumuman tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 7 Januari 2025 bersama perwakilan Apple.

“Nanti, saya bikin pengumuman tunggu orangnya datang. Diharapkan tanggal 7 (Januari) datang. Saya bersama dari Apple akan menyampaikan investasi tersebut. Tanggal 7 (Januari) saya bikin,” kata Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 2 Januari 2025.

HBRL

Rosan, yang baru saja menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, mengatakan Apple telah mengirimkan surat tidak resmi kepada Kementerian Investasi dan Kementerian Perindustrian terkait rencana investasi ini.

Pada 7 Januari nanti, perwakilan Apple juga akan bertemu dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Dia sudah berikan surat tidak resmi ke kami, kemudian ke Kemenperin untuk yang intinya ya hal yang terkait perindustrian. (Soal) investasi ini juga berjalan dengan kami. Saya bilang ke mereka ini, dua hal berjalan beriringan saja. Alhamdulillah, tanggal 7 (Januari) dia akan datang dan ketemu Menperin,” ujar Rosan.

Rosan enggan memberikan rincian nilai investasi yang akan direalisasikan Apple, termasuk informasi mengenai pabrik yang akan dibangun di Indonesia. Sebelumnya, Rosan pernah menyebut investasi Apple akan berupa produksi komponen telepon seluler. Nilai investasi yang disebut-sebut mencapai USD1 miliar atau sekitar Rp16 triliun.

Investasi ini diperkirakan akan membuka jalan bagi penjualan ponsel terbaru Apple, iPhone 16, di pasar Indonesia.

Baca Juga:
Apple Buka Lowongan Kerja Urus Syarat Jual iPhone di Indonesia

Sebelumnya diberitakan, Apple tengah menyiapkan berbagai langkah agar iPhone 16 dapat dijual di Indonesia, salah satunya dengan membangun pabrik AirTag di Batam. Kabar ini terungkap dari laporan Bloomberg yang mengutip sumber internal. Laporan tersebut menyebutkan adanya serangkaian pertemuan antara perwakilan Apple dan pemerintah Indonesia dalam sepekan terakhir.

Presiden Prabowo Subianto, menurut laporan Bloomberg, telah memberikan lampu hijau kepada kabinetnya untuk menerima proposal investasi Apple senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp16 triliun. Namun, Prabowo mendorong agar Apple meningkatkan investasinya di masa mendatang.

Proposal tertulis Apple memuat rencana salah satu pemasok Apple untuk mendirikan pabrik AirTag di Batam. Pabrik ini diharapkan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja dan menyuplai 20 persen dari total produksi AirTag global. Laporan Bloomberg tidak merinci target waktu pencapaian produksi tersebut.

Batam dipilih sebagai lokasi pabrik karena lokasinya yang strategis, hanya sekitar 45 menit perjalanan feri dari Singapura. Selain itu, Batam merupakan zona perdagangan bebas yang memberikan insentif pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan bea masuk bagi perusahaan yang beroperasi di sana.

Selain pabrik AirTag di Batam, sebagian dana investasi Rp 16 triliun juga akan dialokasikan untuk pabrik di Bandung. Pabrik ini rencananya memproduksi aksesori Apple lainnya, tetapi belum dirinci jenisnya. Apple juga akan menggunakan dana investasi untuk mendanai Apple Developer Academy yang sudah berjalan di BSD, Surabaya, dan Batam. Rencananya, Apple Developer Academy juga akan dibuka di Bali.

Baca Juga:
Demi Jual iPhone 16 di Indonesia, Apple Bangun Pabrik AirTag di Batam

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengungkapkan pemerintah Indonesia meminta Apple berinvestasi US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun. Apple disebut telah melakukan pembicaraan awal dengan Kementerian Investasi terkait rencana investasi ini. “Mereka (Apple) sudah melakukan pembicaraan awal dengan Kementerian Investasi. Angka yang mereka sampaikan, rencana investasi mereka ke depan itu sekitar US$ 1 miliar,” kata Agus, seperti dikutip dari detikFinance.

Agus juga mengungkapkan Apple akhirnya memilih opsi investasi pembangunan pabrik di Indonesia agar memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan dapat menjual iPhone 16. “Insya Allah mereka akan mengambil skema pertama, yaitu investasi fasilitas produksi atau pabrik di Indonesia,” ujarnya.

Meski belum mengantongi TKDN, iPhone 16 masih bisa dijual di Indonesia, tetapi hanya dapat menggunakan koneksi Wi-Fi. Perangkat tersebut juga harus mendapat restu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hingga saat ini, iPhone 16 belum menjalani atau lolos uji Postel. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait