Budidaya Bioflok di Batam Belum Maksimal, Diskan Perkuat Pendampingan

budidaya bioflok di batam
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto ikut memanen ikan nila hasil budidaya sistem bioflok di Batam. Foto: ANTARA

BATAM (gokepri.com) – Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam terus mendorong kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) untuk meningkatkan hasil panen demi mencapai keuntungan yang optimal, khususnya bagi pengelola sistem bioflok.

Langkah ini dilakukan menyusul hasil panen Desember yang belum sepenuhnya mencapai target. Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Batam, Cicik Kurniawati mengaku bersyukur dari 13 kelompok yang ada telah berhasil panen seluruhnya.

“Tetapi beberapa di antaranya belum balik modal. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan pengelolaan,” ujarnya, Senin (22/12/2024).

HBRL

Baca Juga: Budidaya Ikan Nila Bioflok di Lapas Batam, Efisien dan Produktif

Menurut Cicik, rata-rata modal per kolam untuk satu siklus panen mencapai Rp2,5 juta, meliputi biaya pakan Rp1,5 juta, benih Rp600 ribu, dan listrik Rp400 ribu. Jika hasil penjualan ikan tidak melebihi modal tersebut, maka produktivitas belum optimal.

Cicik menekankan bahwa salah satu kunci keberhasilan adalah meningkatkan berat ikan sebelum panen.

“Idealnya, satu kilogram terdiri dari dua ekor ikan. Dengan harga pasar sekitar Rp50 ribu per kilogram, pembudidaya bisa mendapatkan keuntungan signifikan,” jelasnya.

Namun, saat ini beberapa kelompok masih menjual ikan dengan harga Rp32 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, dengan satu kilogram terdiri dari 3-4 ekor ikan.

Diskan mencatat sebagian kelompok memilih menjual hasil panen secara mandiri, sementara lainnya menjual kepada pengepul lokal yang difasilitasi dinas. Strategi ini memberikan fleksibilitas bagi pokdakan untuk mencari harga terbaik dan memastikan hasil panen terserap pasar.

“Saat ini panen masih berlangsung bertahap. Kami terus memperbarui data hingga seluruh pokdakan selesai panen, semoga akhir tahun ini sudah rampung,” ujar Cicik.

Ke depan, Diskan Batam berkomitmen memberikan pendampingan intensif kepada kelompok pembudidaya, baik dari segi teknis budidaya maupun strategi pemasaran. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pokdakan untuk mencapai hasil panen yang lebih menguntungkan. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait