56 Peserta Berkompetisi di MTQ Sei Beduk

Walikota Batam, Muhammad Rudi saat membuka secara resmi MTQ ke-30 Sei Beduk, Jumat (7/2/2020).

Batam (gokepri.com) – Sebanyak 56 peserta berebut menjadi yang terbaik di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-30 Kecamatan Sei Beduk. Kompetisi dilaksanakan di Masjid Az-Zaitun Sei Pancur, Kelurahan Tanjungpiayu, selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (7-9/2/2020).

Camat Sei Beduk, Ghufron mengatakan MTQ kali ini adalah agenda ke-30 kalinya untuk Kecamatan Sei Beduk. Tema yang diangkat yaitu “Dengan MTQ Kecamatan Sei Beduk ke-30 Tahun 2020 Kita Tingkatkan Silaturahmi dan Raih Prestasi Gemilang Menuju Insan Qurani”.

“Cabang yang dilombakan yaitu tilawah Quran anak putra putri peserta 8 orang, remaja putra putri 8 o rang, dewasa putra putri 8 orang. Cabang tartil anak 8 orang. Cabang hafiz Quran 1 juz 8 orang, 5 juz 8 orang. Total 56 orang,” paparnya.

Selain itu juga digelar lomba rebana yang diikuti 8 grup. Serta bazar dan lomba defile yang diikuti perwakilan empat kelurahan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi hadir membuka kegiatan pada Jumat (7/2) malam. Pada kesempatan tersebut, Rudi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat pada kegiatan keagamaan ini.

“Kecamatan Sei Beduk menjadi yang pertama melaksanakan MTQ tingkat kecamatan di Kota Batam yang kita cintai ini. Terima kasih,” ujarnya.

Rudi mengatakan pembangunan yang dilakukan pemerintah selama ini tak lain, hanya ingin Batam betul-betul menjadi satu kota modern dan madani.

“Madaninya di antaranya hari ini kita laksanakan MTQ. Silih berganti generasi, silih berganti ilmu harus diturunkan. Salah satunya gemar membaca Al-Quran,” kata dia.

Menurut Rudi, tahun ini Batam berencana akan mengirimkan perwakilan ke MTQ Provinsi Kepri. Karena berdasarkan informasi Plt Gubernur, penilaiannya sudah memakai sistem elektronik.

Ia juga mengundang warga Sei Beduk untuk hadir pada pelaksanaan MTQ tingkat Kota Batam. Rencananya diadakan di wilayah Kecamatan Batam Kota pada 23 atau 24 Maret mendatang.

“Sehebat apapun Batam dibangun kalau tidak ditegakkan agama akan jadi masalah. Pemerintah bisa bangun fisik apa saja tapi rohaninya saya titip ke bapak ibu sekalian. Supaya berimbang. Kota maju, agama juga dimasukkan ke diri anak kita semua. Maka Batam akan aman dan damai,” sebutnya.

BAGIKAN