500.000 Penumpang Setiap Tahun, Roro Batam-Johor Siap Ubah Pariwisata Batam

roro batam johor
Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK BP Batam, Irfan Syakir Widyasa dalam Rapat Koordinasi tentang peluang jalur RORO Batam-Johor yang akan mendukung pariwisata dan ekonomi Batam, Kamis, 21 November 2024, di Balairung Sari BP Batam. Foto: BP Batam

BATAM (gokepri) – Dengan potensi 500.000 penumpang per tahun, jalur kapal roll on roll off atau Roro Batam-Johor diharapkan mendorong perkembangan pariwisata dan ekonomi Batam. Tidak hanya membuka peluang bagi wisatawan untuk mengakses berbagai destinasi di Batam, tetapi juga menjadi pendorong sektor UMKM.

Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap tingginya permintaan perjalanan antar kedua negara dan bertujuan untuk memperkuat posisi Batam sebagai salah satu destinasi utama di Asia Tenggara.

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menggelar Rapat Koordinasi dengan tema “Peluang Pengembangan Pariwisata dan UMKM Melalui Jalur Kapal RORO Batam-Johor” pada Kamis pagi, 21 November 2024. Acara ini berlangsung di Balairung Sari BP Batam dan dihadiri lebih dari 100 peserta. Hadir di antaranya anggota FKPD Kota Batam, perwakilan asosiasi pariwisata, dosen perguruan tinggi, serta mahasiswa.

Rakor dibuka oleh Pelaksana harian Kepala BP Batam, Purwiyanto, yang juga menyambut baik gagasan pembukaan jalur kapal RORO ini. “Pariwisata tidak hanya bergantung pada jumlah wisatawan, tetapi juga perputaran uang yang terjadi di Batam,” ujar Purwiyanto. Dengan adanya jalur RORO Batam-Johor, ia berharap objek wisata yang ada dapat berkembang lebih pesat, memperkuat sektor pariwisata, dan meningkatkan ekonomi Batam.

Baca: Rudi Sambut Menteri Besar Johor, Roro Batam-Johor Segera Terwujud

Acara ini juga dihadiri sejumlah narasumber yang membahas berbagai aspek terkait rencana ini. Di antaranya, Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK BP Batam, Irfan Syakir Widyasa; GM Unit Usaha Pelabuhan Penumpang BP Batam, Benny Syahroni; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata; serta sejumlah akademisi dari Politeknik Negeri Batam dan UGM. Mereka sepakat pengembangan pariwisata melalui jalur RORO ini memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk pelaku usaha pariwisata, asosiasi, dan UMKM.

Menurut Irfan, keberhasilan program ini juga bergantung pada kualitas objek wisata dan layanan yang tersedia. “Data kami menunjukkan, lebih banyak warga negara Indonesia yang bepergian ke luar negeri dibandingkan turis asing yang datang ke Batam,” katanya. Oleh karena itu, dengan pembukaan rute Batam-Johor, Batam bisa memanfaatkan potensi pasar yang besar. Diperkirakan, jumlah penumpang rute ini dapat mencapai 500.000 orang per tahun.

Baca: Rute Lintas Negara Kapal Roro Batam-Johor Bahru Dikaji

Selain itu, rencana ini juga dapat mendorong peningkatan jumlah akomodasi wisata, memperpanjang durasi tinggal wisatawan, serta membuka peluang bagi UMKM yang bergerak di sektor pariwisata. Bahkan, sektor angkutan barang dari Batam dan Johor juga diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Irfan berharap, masukan yang diberikan oleh para peserta rakor akan menjadi rekomendasi positif yang memperkuat rencana ini. “Semoga langkah ini menjadi kontribusi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi Batam,” tutupnya.  BP BATAM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

 

Pos terkait