KARIMUN (gokepri.com) – Sebanyak 232 orang warga Karimun masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Mayoritas mereka mendiami wilayah pesisir di Kecamatan Sugie Besar.
“Ada 232 orang warga Karimun masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Jumlah tersebut merupakan update terakhir setelah dilakukan verifikasi,” ujar Bupati Karimun, Iskandarsyah usai Musrenbang tingkat Kabupaten di Kantor Bupati, Kamis 26 Februari 2026.
Kemiskinan ekstrem yang dimaksud Bupati Iskandarsyah adalah warga tersebut memang tidak memiliki apa-apa dan juga tidak bisa melakukan apa-apa. Artinya, kehidupannya benar-benar dalam kondisi yang sangat miskin.
Untuk mengatasi persoalan itu, Pemprov Kepri dan Pemkab Karimun akan melakukan ‘keroyokan’ secara bersama-sama untuk membantu ratusan warga yang miskin ekstrem tersebut.
“Apa yang disampaikan Kepala Bappeda Provinsi Kepri terkait adanya kemiskinan ekstrem, ini harus kita keroyokan untuk memberikan bantuan,” ungkap Iskandar.
Iskandarsyah menjelaskan, pihaknya bersama Pemprov Kepri akan memberikan bantuan rehabilitasi rumah, bantuan pangan dan melatih mereka dalam hal keterampilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Yang dikatakan ekstrem itu sangat-sangat miskin sekali. Jadi harus harus ada bantuan intervensi pemerintah,” katanya.
Salah satu implementasi yang akan dilakukan Iskandarsyah terhadap warga yang miskin ektrem tersebut adalah melalui International Funding for Agriculture Development (IFAD) yang merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Program ini akan kami fokuskan di Kecamatan Sugie Besar. Nah, maksud yang kami bilang keroyokan itu adalah salah satunya melalui program tersebut,” jelas Iskandarsyah.
Menurut dia, Kecamatan Sugie Besar yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Moro masih banyak terdapat kantong-kantong kemiskinan.
“Kami melihat Desa Sugie Besar yang berada di Kecamatan Sugie Besar masih banyak kantong-kantong kemiskinan yang berada di wilayah pesisir yang pada umumnya merupakan masyarakat nelayan,” ujarnya.
Selain melalui program International Funding for Agricultural Development, pihaknya juga akan memberantas kemiskinan ekstrem tersebut dengan cara ‘Blue Economic‘ atau ekonomi biru yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo.
Penulis: Ilfitra







