BGN meminta dapur memenuhi standar keamanan pangan sebelum kembali beroperasi.
TANJUNGPINANG (gokepri) — Sebanyak 16 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kepulauan Riau dihentikan sementara karena belum memenuhi ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). Penghentian berdampak pada penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi penerima manfaat di sekitar dapur tersebut.
Ketua Satgas MBG Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan 16 SPPG itu tersebar di Batam, Tanjungpinang, Natuna, dan Kepulauan Anambas. Nyanyang yang juga Wakil Gubernur Kepri mengatakan penghentian sementara diperlukan sampai seluruh persyaratan dipenuhi.
Baca Juga: BGN uji coba MBG prasmanan di sekolah untuk perbaiki kualitas
“16 SPPG ini tersebar di Batam, Tanjungpinang, Natuna, serta Anambas,” kata Nyanyang di Tanjungpinang, Kamis (8/10/2026).
Menurut Nyanyang, sebagian besar SPPG tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Beberapa dapur bahkan beroperasi tanpa pemberitahuan kepada BGN.
SLHS menjadi salah satu persyaratan penting untuk memastikan dapur pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Karena itu, SPPG yang belum memenuhi persyaratan belum diperbolehkan kembali beroperasi.
Dampaknya, sejumlah penerima manfaat MBG di sekitar lokasi SPPG yang dihentikan sementara tidak mendapat penyaluran makanan. Penyaluran baru dapat kembali berjalan setelah dapur memenuhi ketentuan yang ditetapkan BGN.
“SPPG tidak boleh beroperasi dulu untuk menghindari permasalahan di lapangan, misalnya keracunan makanan,” ujar Nyanyang.
Satgas MBG di tingkat kabupaten dan kota hingga provinsi kini memperkuat pengawasan terhadap dapur SPPG. Pengawasan mencakup kepatuhan terhadap standar yang berkaitan dengan gizi, kebersihan, dan kesehatan makanan.
Nyanyang mengatakan pengawasan perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Menurut dia, MBG merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak sehingga pelaksanaannya harus memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kalau ada permasalahan dapur SPPG, silakan melapor atau berkoordinasi dengan Satgas MBG di wilayah masing-masing,” katanya.
Di tengah penghentian sementara terhadap 16 SPPG, cakupan program MBG di Kepri terus bertambah. Data terkini menunjukkan penerima manfaat telah mencapai 679.402 orang atau 87,47 persen dari target.
Penerima manfaat tersebut tersebar di 240 SPPG di tujuh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. ANTARA
Baca Juga: Korupsi MBG Jerat Tersangka Baru Kolonel Budi Utomo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







