104 Kilometer Pipa Sudah Tersambung, IPAL akan Jadi Solusi Atasi Limbah Masyarakat Batam

Muhammad Rudi
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat meninjau IPAL Bengkong Sadai

Batam (gokepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus menggesa pekerjaan proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL)/Waste Water Treatment Plant (WWTP) di Bengkong Sadai.

Manager Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha Fasilitas Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan Kota Batam merupakan salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dengan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat.

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, fasilitas dan sarana publik sangat dibutuhkan untuk memberikan kenyamanan tinggal dan lingkungan, serta menarik investasi dan pariwisata, salah satunya adalah tersedianya IPAL atau WWTP.

“Batam memiliki IPAL lama yang telah dioperasikan di Batam Centre sekitar tahun 1990 dengan kapasitas pengolahan hanya sebesar 33 liter/detik,” kata Iyus, Minggu (31/1/2021).

Menurut dia, IPAL tersebut digunakan mengolah sumber air limbah domestik melalui penyedotan truk tinja dari rumah-rumah di seluruh area Batam. Akan tetapi dengan pertumbuhan penduduk serta timbulan limbah domestik yang tinggi perlu peningkatan kapasitas pengolahannya.

“Maka itu sejak tahun 2017 lalu BP Batam mulai melakukan pembangunan IPAL yang baru terletak di Bengkong Sadai,” katanya.

Iyus menhelaskan embangunan IPAL oleh BP Batam tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Korea Selatan. Target awal sebenarnya diharapkan selesai Desember 2020.

Nmun progress sampai saat ini baru mencapai 90.5 persen. Belum tercapainya target diakibatkan pandemic covid-19, curah hujan sangat tinggi dan beberapa kendala teknis di lapangan lainnya.

“Dan proyek ini akan dilakukan perpanjangan waktu. Tapi terus kita dorong untuk segera diselesaikan,” kata Iyus.

Bp batam banner link sep 2027

IPAL Bengkong Sadai ini rencananya akan melayani area Batam Centre dengan kapasitas 230 liter/detik. Untuk melayani 11.000 sambungan rumah dari 25.000 sambungan rumah.

“Kenapa Batam Center pertama karena untuk mencegah pencemaran Waduk Duriangkang. Dari total panjang jaringan pipa 114,3 kilometer, saat ini sudah tersambung 104 kilometer, kita targetkan dalam waktu dekat ini bisa selesai,” katanya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi turut meninjau langsung lokasi pembangunan IPAL di Bengkong Sadai. Tujuan dari proyek ini tidak lain adalah menjaga kualitas air dan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan penetapan rencana sarana air limbah dan perlindungan terhadap sumber daya air. Selain itu proyek ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan sarana pengolahan air limbah dengan percepatan pembangunan sanitasi permukiman.

“Hasil pengolahan air limbah ini nantinya aka menjadi air bersih, saat ini mungkin masih akan dibuang ke laut. Tapi ke depan saya minta agar disalurkan kembali ke duriangkang,” kata Rudi.

(ard)

Pos terkait