Tanjungpinang (gokepri.com) – Sejumlah wilayah pesisir di Pulau Bintan meliputi Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang dilanda banjir rob. Banjir tersebut membuat sejumlah kampung terendam air.
Berdasarkan prakiraan BMKG Tanjungpinang, wilayah pesisir Kepri berpotensi dilanda rob akibat kenaikan tinggi pasang air laut maksimum.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang Rizqi Nur Fitriani mengatakan untuk wilayah pesisir Tanjungpinang, rob berpotensi terjadi pada 7 hingga 13 Februari 2024. Untuk wilayah pesisir Bintan diprediksi terjadi pada 9 hingga 13 Februari 2024.
Baca Juga: Banjir Rob Ganggu Aktivitas di Pasar Tanjungpinang
“Banjir rob juga didukung dengan adanya potensi terjadinya hujan ringan-sedang yang dipengaruhi secara tidak langsung oleh daerah belokan angin yang meliputi wilayah di sekitar Bintan dan Tanjungpinang,” kata dia, Senin 12 Februari 2024.
BMKG memprediksi wilayah Kepri, termasuk ke wilayah yang diprakirakan dengan kondisi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir dan angin kencang hingga 15 Februari 2024.
Sejumlah wilayah yang terendam air ini tersebar di Kota Tanjungpinang seperti Kampung Bugis, Senggarang, dan Tanjung Unggat.
Seorang warga Kampung Bugis, Rio Julianto mengatakan air turut merendam rumahnya. Ruma Rio berada dekat dengan kawasan pesisir di Kampung Bugis.
“Setinggi tumit orang dewasa,” kata dia.
Rio mengatakan banjir rob melanda rumahnya sejak Senin siang. Hal ini karena hujan cukup derasa dan permukaan air laut. Air dari laut meremes hingga bahu jalan di kawasan tempat tinggalnya.
Sejumlah perabot dan alat rumah tangga pun ikut basah kuyup karena terendam banjir.
“Kami sekeluarga terpaksa mengungsi dulu ke rumah orang tua, sambil menunggu air surut untuk bersih-bersih rumah,” kata dia.
Warga Kampung Bugis lainnya, Asmira mengatakan rumahnya juga terendam air, gudang penyimpanan barang hingga bagian dapur pun tergenang air.
Tahun lalu kejadian serupa juga menimpa rumahnya. Banyak perabot rumah tangga rusak, salah satunya mesin cuci.
“Banjir rob kali ini lebih rendah dari tahun sebelumnya, tapi tetap kita antisipasi dengan memindahkan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi,” kata dia,
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara









