Tekan Kasus DBD, Batam Persiapkan Penyebaran Nyamuk Wolbachia

Flu Singapura Batam
Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi. Foto: ANTARA

BATAM (gokepri.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam tengah merancang program inovatif untuk menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) melalui penyebaran nyamuk wolbachia. Program ini diharapkan mulai berjalan pada 2026.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa nyamuk wolbachia memiliki kemampuan khusus yang membuat nyamuk Aedes aegypti betina mandul sehingga tidak dapat berkembang biak.

“Tahun ini anggarannya sudah disiapkan. Mungkin tahun depan kami mulai menyebarkan nyamuk itu agar Aedes aegypti betina mandul dan tidak bertelur,” ujar Didi di Batam, Selasa (4/2/2025).

HBRL

Baca Juga: Kasus DBD di Batam Melonjak, 14 Warga Meninggal Sepanjang 2024

Ia memastikan nyamuk wolbachia tidak berbahaya bagi manusia. Tahun ini, Dinkes Batam fokus mempersiapkan program tersebut karena tingginya angka kematian akibat DBD pada 2024 yang mencapai 14 orang.

“Sebenarnya Konjen Singapura sudah menawarkan sejak tahun lalu agar kami belajar langsung ke sana tentang nyamuk wolbachia, tapi anggarannya tidak ada. Mereka hanya memfasilitasi kunjungan saja,” ungkapnya.

Selain mempersiapkan program wolbachia, Dinkes Batam juga tetap menjalankan program rutin Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang menekankan pembasmian sarang nyamuk.

“Pembasmian sarang nyamuk adalah kunci untuk mencegah DBD. Program Jumantik terus kami galakkan,” tambah Didi.

Dinkes juga menyediakan abate secara gratis bagi masyarakat yang bisa diperoleh di puskesmas terdekat.

“Kami tidak pernah memungut biaya untuk abate. Kalau ada yang menjual, itu pasti oknum, bukan dari Dinkes,” tegasnya. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait