Tarif Listrik Naik, PLN: Demi Iklim Investasi di Batam

investasi di batam
Sekretaris perusahaan PT PLN Batam Zulhamdi menyosialisasikan kenaikan tarif listrik kepada media, Rabu (10/7/2024). Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – PLN Batam menyebut kenaikan tarif listrik yang dilakukan demi menjaga investasi di Kota Batam. Hal itu diungkap oleh Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam Zulhamdi saat ditemui Rabu 10 Juli 2024.

“Kita berfikir untuk Batam apakah batam tidak perlu perubahan? Jadi cukup memahami ini (kenaikan tarif) untuk iklim investasi di Batam,” kata dia.

Dia yakin para pengusaha sepakat dengan penyesuaian tarif listrik. Sebab, PLN terus melakukan pembenahan kualitas listrik. “Asalkan ada kepastian layanan saya yakin pasti pengusaha setuju,” kata dia.

Baca Juga: Buruh dan Pengusaha Batam Kompak Tolak Kenaikan Tarif Listrik

PLN juga menjamin ketersediaan listrik dan jaminan listrik ke pelosok Batam termasuk pulau-pulau terkecil dan tak ada lagi pemadaman yang terencana.

“Dari sisi hulu dan hilir pembangkit kesiapan daya, hilirnya penyaluran nikrabelnya sampai ke rumah-rumah. Kami mencoba tetap melakukan pemeliharaan,” kata dia.

Rencananya PLN Batam akan mempresentasikan dan membahas data lengkap penyesuaian tarif pada hari Jumat mendatang dengan DPRD Kota Batam.

Harapannya DPRD Batam dapat memahami dan menyampaikan pentingnya penyesuaian tarif ini kepada masyarakat, agar visi investasi berkelanjutan di Batam dapat tercapai.

“Penyesuaian tarif ini akan berdampak pada tarif rumah tangga dengan daya listrik di atas 1300. Sedangkan untuk daya 450-900 tidak akan terkena dampak, sementara rumah tangga dengan daya 1300-2200 akan mengalami kenaikan tarif sekitar 6 persen,” imbuhnya.

Lebih lanjut, untuk daya 4400 VA ke atas, kenaikannya mencapai 9,8 persen. Perwakilan PLN menekankan pentingnya hemat energi untuk mengurangi dampak kenaikan tarif ini.

“Jika biasanya membayar Rp200 ribu, jika kenaikannya 6 persen berarti Rp12 ribu, untuk rumah tangga dengan daya 1300-2200. Sedangkan, daya 4400 ke atas, yang termasuk golongan mampu, akan mengalami kenaikan tarif sekitar 9,83 persen,” tambahnya.

Untuk sektor bisnis, penyesuaian tarif akan berlaku untuk golongan dengan daya 2200 sampai 200 kVA dengan kenaikan sebesar 6 persen.

Sementara itu, tarif untuk industri akan naik sekitar 9,83 persen. Namun, masjid dan yayasan sosial tidak akan mengalami kenaikan tarif. Secara keseluruhan, penyesuaian tarif ini akan berdampak pada sekitar 346.622 pelanggan, termasuk rumah tangga dan bisnis.

“PLN juga menegaskan bahwa syarat pemasangan daya untuk pelanggan tidak mampu adalah harus ada surat keterangan miskin,” katanya.

Sementara itu, Ketua Apindo Batam Rafki Rasyid menyuarakan keprihatinan mereka terhadap rencana PLN Batam untuk menaikkan tarif listrik sebesar 9 persen mulai Triwulan III 2024. Kenaikan ini dinilai akan memberatkan pengusaha dan masyarakat di tengah kenaikan berbagai tarif lainnya.

“Kenaikan 9 persen tersebut cukup signifikan akan mempengaruhi biaya yang dikeluarkan perusahaan,” kata dia.

Rafki mengingatkan, bahwa PLN Batam pernah berjanji kenaikan tarif tidak akan melebihi tarif PLN Nasional dan tidak akan ada lagi pemadaman bergilir.

Ia juga menekankan harapan agar pemadaman listrik yang sempat mengganggu produksi beberapa waktu lalu tidak terulang kembali. Rafki menegaskan bahwa bisnis PLN Batam adalah bisnis yang menguasai hajat hidup orang banyak.

“Energi listrik sangat vital dan berdampak luas pada bisnis lainnya. Jadi PLN Batam harus memiliki standar pelayanan yang tinggi dan hati-hati,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN