Batam (gokepri.com) – SKK Migas berkomitmen menciptakan efek berganda industri hulu dengan merealisasikan visi bersama meningkatkan produksi migas nasional 2030 sebesar 1 juta barel minyak per hari (MBOPD) dan gas sebanyak 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD).
Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Rudi Satwiko mengatakan sebagai langkah awal untuk meningkatkan peran industri penunjang kapasitas nasional dalam sektor hulu minyak dan gas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali memfasilitasi pertemuan para pemangku kepentingan (stakeholder) industri hulu migas di area operasi Sumatra Bagian Utara (Sumbagut).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional 2022 yang diselenggarakan di lima kota, yakni Surabaya, Batam, Sorong, Balikpapan dan Palembang, yang masing-masing mewakili area operasi SKK Migas yakni di Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa); Sumbagut; Papua dan Maluku (Pamalu), Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) dan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).
“SKK Migas terus berupaya meningkatkan TKDN dalam sektor hulu migas. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi kerja sama bisnis antara pelaku industri migas lokal, nasional dan KKKS,” kata Rudi di Radisson Golf and Convention Center Batam, Selasa 7 Juni 2022.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya SKK Migas yang sejak 2015 terus mendorong kewajiban penggunaan barang dan jasa dalam negeri untuk mencapai peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di industri hulu migas dalam memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
“Sektor hulu migas akan terus konsisten dalam mendorong industri-industri penunjang lokal untuk tumbuh dan semakin berkembang, sehingga peran mereka di dalam perekonomian nasional dan daerah semakin meningkat,” kata Rudi.
Hal tersebut juga sejalan dengan program pembinaan lingkungan yang merupakan bagian dari program G-20.
Sementara itu Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi, mengatakan dalam forum tersebut SKK Migas menyampaikan kebijakan dan regulasi-regulasi terbaru yang berhubungan dengan aktivitas usaha industri hulu migas.
“Yang tak kalah penting, para pelaku industri hulu migas serta industri penunjangnya dapat saling bertemu dalam forum ini dan mereka dapat memanfaatkan peluang terkait pengadaan barang dan jasa hulu migas. Ini juga merupakan salah satu fungsi SKK Migas, yaitu menjadi business matchmaker (biro jodoh) bagi industri-industri terkait,” katanya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara mengapresiasi langkah SKK migas yang berkomitmen menciptakan efek berganda industri hulu migas.
“Kami apresiasi karena ini berdampak terhadap perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau,” kata dia.
Lanjut, dirinya juga mengapresiasi langkah SKK migas dalam membina UMKM berdasarkan arahan Presiden RI Joko Widodo.
“SKK migas sudah mancapai 65 persen dari belanjanya untuk komponen dalam negeri. Ini membanggakan kita semua semoga ini memberikan dampak ekonomi dan mensejahterakan masyarakat,” kata dia.
Penulis: Engesti







