Sepanjang 2023 Sebanyak 1.207 Balita di Batam Mengalami Stunting

balita batam stunting
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan balita di salah satu posyandu di Batam. Foto: ANTARA

Batam (gokepri.com) – Sepanjang tahun 2023 sebanyak 1.207 balita di Batam mengalami stunting. Jumlah tersebut didapat dari catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2 dan KB) Kota Batam.

Sekretaris Dinas P3AP2 dan KB Kota Batam Royhandy Rifanto mengatakan angka balita di batam yang mengalami stunting tersebut telah mengalami penurunan secara signifikan dari tahun ke tahun.

Di 2020 lalu terdapat terdapat 3.876 balita stunting, tahun 2021 jumlah itu berkurang menjadi 3.367 balita stunting.

HBRL

Baca Juga: Kerja Cerdas Tangani Stunting dan SBS, Jefridin Ajak Perusahaan Ikut Bantu lewat CSR

“Kemudian di tahun 2022 menjadi 1.441 balita stunting, dan pada 2023 kembali turun menjadi 1.207 balita alami stunting,” ujarnya, Rabu 27 Juli 2023.

Royhandy mengatakan audit kasus selalu dilakukan dua kali setiap semester. Selain menghitung jumlah balita yang stunting saat audit selalu dibahas hasil rencana tindak lanjut kasus yang ditemukan di semester selanjutnya.

Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid mengatakan audit kasus stunting sangat penting karena tujuannya untuk mencari penyebab terjadinya stunting, kemudian mencari cara atau upaya pencegahan.

“Salah satu satu misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 indikator dan targetnya adalah prevalensi stunting pada balita yaitu 14 persen pada tahun 2024,” kata Jefridin.

Untuk percepatan penurunan angka stunting, ia meminta agar dilakukan sosialisasi penanganan dan pencegahan stunting.

Menurut Jefridin sosialisasi bisa dilakukan di berbagai media sosial maupun media mainstream seperti radio dan televisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait