Sembang Budaya di Karimun, Pantun Sebagai Identitas dan Warisan Adat Melayu

Bupati Karimun Iskandarsyah dan Ketua LAM Karimun Dato' Muhammad Firmansyah saat peluncuran buku dan kegiatan Sembang Budaya di Gedung Nasional.

KARIMUN (gokepri.com)  — Literasi Cik Puan menggagas Sembang Budaya dengan menghadirkan pantun sebagai identitas dan warisan adat Melayu di Kepri khususnya Karimun.

Sembang Budaya ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pelestarian budaya lokal, khususnya pantun sebagai bagian dari identitas, jati diri, dan warisan adat masyarakat di Bumi Berazam.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun itu dihadiri Bupati Karimun Iskandarsyah, Ketua LAM Karimun Dato’ Muhammad Firmansyah dan tokoh adat serta budaya di Karimun.

Bupati Karimun menegaskan bahwa langkah melestarikan adat dan budaya daerah selaras dengan Visi Pemerintah Kabupaten Karimun, yakni “Terwujudnya Karimun yang Maju, Sejahtera, dan Berbudaya.”

Menurutnya, pembangunan suatu daerah tidak hanya berfokus pada kemajuan fisik dan ekonomi semata, tetapi juga harus berakar kuat pada nilai-nilai tradisi, seni, serta kebudayaan lokal.

“Pantun memiliki nilai yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Melayu. Ia bukan sekadar sastra lisan, melainkan sarana efektif dalam menyampaikan nasihat, pesan moral, penghormatan, dan tata krama kesantunan,” katanya.

Dikatakan, upaya pelestarian seni dan budaya ini merupakan manifestasi dari misi pemerintah daerah untuk melestarikan kebudayaan serta meningkatkan kualitas SDM yang berkarakter dan berdaya saing.

Bupati Iskandarsyah juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda secara berkelanjutan.

“Anak-anak muda Karimun diharapkan tidak hanya mengenal pantun sebagai warisan masa lalu, melainkan mampu mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui kreasi serta pemanfaatan teknologi digital,” ungkapnya.

Sejalan dengan program prioritas Pemkab Karimun di bidang pelestarian seni budaya dan peningkatan kualitas pendidikan berbasis digital, Bupati mengajak para tokoh adat, budayawan, insan pendidikan, komunitas seni, serta masyarakat luas untuk terus membuka ruang kreatif bagi kebudayaan Melayu.

Ads bp batam 2026 baru

Pemanfaatan platform digital dan media sosial dinilai menjadi sarana efektif agar pantun makin dikenal luas hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

“Pantun adalah bagian penting dari identitas dan jati diri Melayu yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai generasi penerus kehilangan akar budayanya. Pemkab Karimun berkomitmen memberikan ruang dan dukungan penuh agar karya seni serta para seniman lokal terus terberdayakan,” sambungnya.

Melalui kegiatan Sembang Budaya ini, Pemerintah Kabupaten Karimun berharap komitmen dalam melestarikan budaya Melayu semakin kokoh. Dengan menjaga pantun, masyarakat Karimun turut memperkuat bahasa, adat istiadat, dan nilai-nilai kebudayaan daerah guna mewujudkan Kabupaten Karimun yang berdaya saing dan berbudaya dari generasi ke generasi. (*)

Pos terkait