Karimun (gokepri.com) – Dinas Pariwisata Karimun kembali menggelar festival lampu colok pada tahun ini.
Kegiatan sebagai upaya menjaga tradisi budaya Melayu saat Ramadhan ini sempat terhenti selama 5 tahun.
Terhentinya festival lampu colok karena pandemi Covid-19 dan juga terjadinya kelangkaan minyak tanah.
Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Dinas Pariwisata Karimun, Ahadian Zulseptyadi, mengatakan ada dua kategori festival lampu colok.
“Tahun ini kita laksanakan dengan dua kategori yakni lampu colok dan lampu hias elektrik,” kata Ahadian, Jumat, 3 Maret 2023.
Dikatakan, penambahan kategori lampu elektrik mengingat banyak keluhan masyarakat terhadap kelangkaan bahan bakar minyak tanah.
Kondisi ini disinyalir imbas dari konversi minyak tanah ke gas.
“Jadi kita buat agar seluruh masyarakat bisa ikut, makanya kita bagi dalam dua kategori,” jelasnya.
Festival lampu colok tahun ini mulai dibuka sejak 6 Maret hingga 7 April 2023 mendatang.
Setiap peserta diwajibkan mengusung konsep hiasan lampu bernuansa Islami.
Event ini dibuka untuk 14 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Karimun, terdiri dari regu/tim, persatuan pemuda, desa, kelurahan dan kecamatan.
“Peserta bisa mengambil formulir di Dinas Pariwisata bidang Pemasaran dengan melampirkan denah lokasi, fotocopy dan nomor Hp pendaftar,” terangnya.
Berikut kategori dan hadiah festival lampu colok dan elektrik di Karimun:
-Kategori Lampu Colok: juara I Rp 20 juta, juara II Rp 17,5 juta, juara III Rp 15 juta, juara IV Rp 12,5 juta, juara V Rp 10 juta, dan juara VI Rp 7,5 juta.
-Kategori Lampu Elektrik: juara I Rp 15 juta, juara II Rp 12,5 juta, juara III Rp 10 juta, juara IV Rp 7,5 juta, juara V Rp 5 juta dan VI Rp 2,5 juta.
Penulis: Ilfitra







