Sebagian Siswa Baru SMAN 1 Belajar Online, Tetap ke Sekolah dan Pakai Seragam

lulusan SMP
SMAN 1 Batam di Sekupang. Foto: Gokepri/Engesti Fedro

Batam (Gokepri.com) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batam akan menerapkan sistem belajar dalam jaringan (daring) atau online untuk sebagian siswa baru karena tak tertampung seluruhnya di ruang kelas yang ada.

Kepala SMA Negeri 1 Batam Bahtiar mengatakan, pembelajaran secara online ini nantinya akan menggunakan jadwal sama, seperti yang digunakan siswa luring atau offline.

Bahtiar mengatakan opsi belajar online terpaksa diberlakukan karena jumlah kelas di sekolah saat ini ada yang sedang masa perbaikan.

HBRL

“Jam masuknya sama, pelajaran sama, harus menggunakan seragam juga, cuma mereka hanya tidak memiliki ruang kelas saja,” kata Bahtiar, Selasa 18 Juli 2023.

Baca Juga: Rapor Merah PPDB di SMAN 1 Batam

Sistem belajar online ini pun berlangsung hingga kelas yang rusak di sekolah itu selesai diperbaiki.

Keputusan ini diambil usai banyaknya siswa yang tidak tertampung pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). Namun, masih memilih untuk tetap masuk ke SMA Negeri 1 Batam. Sehingga belajar online menjadi opsi agar semua bisa masuk ke sekolah tersebut.

“Sebelum itu mereka harus tanda tangan surat pernyataan dulu untuk belajar online, saat PPDB online kami menerima hanya 500 siswa saja dengan jumlah 14 rombel (rombongan belajar). Sebenarnya kami berharap tidak ada tambahan lagi, karena 500 itu sudah banyak dan melebihi daya tampung,” kata dia.

Ia pun sempat menyarankan kepada orang tua siswa untuk mendaftar di SMA Negeri terdekat yang masih kekurangan siswa. Namun, kehendak siswa dan orang tuanya tetap ingin di SMAN 1 sehingga keputusan harus segera diambil.

“Akhirnya waktu itu saya masih menunggu arahan dari Kepala Dinas, setelah dapat arahan baru saya berani membuka kuota tambahan. Saya sampaikan ke orang tua, yang ada hanya kelas online saja, dan saya minta buat surat pernyataan,” kata dia

Meski online, Bahtiar menegaskan, siswa akan mendapatkan hak yang sama dalam pembelajarannya. Ia juga berharap, pembelajaran online ini tidak akan berlangsung lama.

“Kami ada lima ruang kelas yang rusak, kalau itu cepat diperbaiki, cepat juga mereka belajar langsung. Kami perkirakan paling sedikit enam bulan, paling lama setahunlah,” kata dia.

Bahtiar mengatakan, nantinya siswa yang belajar online juga akan datang ke sekolah untuk materi yang mengharuskannya praktek dan juga kegiatan ekstra kulikuler.

“Hanya belajar teorinya saja di rumah,” kata dia.

Ia juga mengatakan, jumlah guru yang akan mengajar untuk siswa baru tidak ada kendala sejauh ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait