Satgas Covid-19 Nasional Dorong Percepatan Vaksinasi Booster, Batam dan Bintan Diminta Tiru Bali

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto tengah memberikan arahan perecepatan vaksin Batam
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto tengah memberikan arahan perecepatan vaksin Batam

Batam (gokepri.com) – Satgas Covid-19 Nasional mendorong Pemprov Kepri dan Pemko Batam untuk mempercepat vaksinasi booster.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, saat kunjungan kerja ke Batam. Vaksinasi booster saat ini memang menjadi perhatian serius pemerintah.

“Kepri baru sekitar 21 persen, sedangkan Batam 25 persen. Karena itu saya harap Pemda bisa mendorong ini dipercepat,” kata Suharyanto, Kamis 24 Maret 2022.

HBRL

Suharyanto menargetkan, khususnya Kota Batam dan Kabupaten Bintan pekan depan miniimal sudah harus mencapai 30 persen. Pihaknya akan turut membantu mempercepat vaksinasi di Kepri.

Batam dan Bintan, kata dia harus dapat mencontoh Bali yang saat saat ini capain vaksinasi boosternya sudah tinggi sekitar 45 persen. Sehingga kegiatan pariwisata di Bali bertahap untuk dibuka kembali.

“Kota Batam dan Bintan seharusnya juga bisa mencontoh Bali. Kenapa mereka bisa cepat, padahal start nya sama,” katanya.

Pemerintah saat ini memang tengah berupaya bagaimana daerah-daerah pariwisata seperti Bali, Batam dan Bintan ini dapat segera pulih ekonomi.

Disamping penanganan Covid-19 yang juga terus berjalan, itu sebabnya pihaknya berharap hal ini juga dapat menjadi perhatian Pemda mengajak masyarakat untuk segera vaksinasi booster.

“BNPB sebenarnya tidak diberikan tugas untuk vaksinasi, tapi di sini kita sama-sama, TNI, Polri, Dinkes dan lainnya untuk mempercepat vaksinasi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menekankan penegakan protokol kesehatan terutama menggunakan masker. Menurutnya sangat penting untuk melindungi diri sendiri.

“Mungkin dari 5M seperti menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilisasi sudah sulit dilakukan masyarakat. Tapi untuk masker ini harus terus ditekankan,” katanya.

(Penulis : Romadi)

Pos terkait