Sampah Tak Terangkut, Ternyata BLH Karimun Nunggak BBM Hampir Rp1 Miliar

Tumpukan sampah depan Jalan Dirgahayu, Komplek Bea Cukai Meral, Kelurahan Meral Kota. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Terjawab sudah teka-teki kenapa sampai tiga hari belakangan ini sampah menumpuk di jalan-jalan utama Pulau Karimun Besar.

Tumpukan sampah nampak menggunung di pintu masuk gang maupun dekan ruko di Jalan A Yani mulai dari pusat Tanjungbalai hingga ke Meral.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Karimun, Saprianto mengatakan, tidak terangkutnya sampah-sampah tersebut karena truk pengangkut sampah tidak memiliki BBM.

Ironisnya, DLH Karimun telah menumpuk utang hampir mencapai Rp1 miliar kepada Perusda Karimun untuk kebutuhan BBM bagi truk maupun tosa pengangkut sampah.

“Iya, untuk BBM truk sampah kemaren-kemaren ini, kami bahkan memiliki utang hampir satu miliar kepada Perusda Karimun,” ujar Saprianto, Senin, 13 November 2023.

Saprianto menyebut, terkait utang tersebut DLH Karimun sudah menjalin koordinasi dengan Perusda.

“Alhamdulillah, utang yang hampir satu miliar itu sudah diangsur Rp190 juta dan Perusda pun memahami kondisi kami,” sebutnya.

Dikatakan, setelah angsuran pembayaran BBM tersebut maka truk pengangkut sampah sudah kembali beroperasi dengan normal.

“Truk sampah sudah kembali beroperasi, sekarang sampah pun sudah diangkut,” tuturnya.

Saprianto menjelaskan, dengan pembayaran dana Rp190 juta itu juga disebutkan kalau pengangkutan sampah hingga Desember 2023 sudah bisa teratasi.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait