Tanjungpinang (gokepri.com) – Kondisi SMKN 1 Tanjungpinang disebut memprihatinkan. Hal itu karena kurangnya ruang belajar, serta bangunannya sebagian rusak parah.
Anggota DPRD Kepri Rudy Chua mengatakan jumlah murid yang ada sekitar 1.800 orang. Maka sekolah tersebut idealnya membutuhkan 52 ruang belajar. Sementara yang ada hanya 35 ruang belajar.
“Artinya, SMK Negeri 1 Tanjungpinang masih kekurangan 17 ruang kelas,” kata Rudy Chua, Rabu 21 Juni 2023.
Baca Juga: Tanjungpinang Jadi Percontohan Mal Pelayanan Publik Digital
Keterbatasan ruang belajar selama bertahun-tahun membuat pola belajar di sekolah tersebut berpindah-pindah sesuai tempat yang tersedia. Misalnya di lapangan olahraga, laboratorium hingga ruang kelas atau tanah kosong.
“Kondisi ini sangat mengganggu konsentrasi belajar anak-anak. Beberapa ruang belajar juga mengalami rusak ringan hingga parah, sehingga harus segera diperbaiki atau ditingkatkan,” ujarnya.
Menurut Rudy, salah satu solusi untuk mengatasi persoalan itu adalah dengan minta anggaran dari pemerintah pusat.
Ia mengatakan revitalisasi SMKN 1 Tanjungpinang sebenarnya sudah diusulkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.
Secara prinsip anggaran revitalisasi sekolah tersebut sudah disetujui dan akan dikerjakan secepatnya oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kepri.
“Perkiraan awal, butuh anggaran sekitar Rp40 miliar,” kata dia.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan, rehabilitasi ruang belajar, peningkatan gedung dan fasilitas lainnya di SMK Negeri 1 Tanjungpinang.
Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) Bidang Sarana dan Prasaran SMK Negeri 1 Tanjungpinang, Mardiana, mengatakan, gedung sekolah tersebut tidak pernah direvitalisasi sejak pertama kali dibangun tahun 1956 (sebelumnya bernama Sekolah Menengah Ekonomi Atas atau SMEA).
Diakuinya beberapa ruangan belajar rusak parah, salah satunya ruang laboratorium yang tak bisa digunakan sama sekali.
“Hanya ada satu bangunan yang sempat direvitalisasi pada tahun 2020, melalui dana alokasi khusus (DAK) APBN. Yakni, pembangunan gedung perkantoran dua lantai,” ucap Mardiana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara









