Batam (gokepri.com) – Kota Batam menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Perintah Kota Seluruh Indonesia (Raker Komwil I Apeksi 2023).
Rakorwil I APEKSI ini diikuti 24 kota yang bersasar dari lima provinsi, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau kegitan berlangsung mulai 13-15 Juni 2023.
Ketua Pusat Apeksi, Bima Arya mengapresiasi jalannya rapat kerja yang diselenggarakan di Batam, ia berharap melalui kegiatan ini menghasilkan kerjasama antar daerah dalam sektor investasi dan pengendalian inflasi.
Baca Juga: Raker Komwil I Apeksi Digelar di Batam, Bahas Investasi dan Inflasi
“Fokusnya tetap sinergi untuk pertumbuhan ekonomi dan pencegahan inflasi,” kata dia Rabu 14 Juni 2023.
Bima yang juga Wali Kota Bogor, mengaku senang kegitan Rakor Komwil I digelar di Batam. Menurutnya, Batam merupakan role model positif bagi daerah lain untuk dapat berkembang dari sisi ekonomi, pendapat daerah dan lainnya.
“Kegiatan ini pas sekali diselenggarakan di Batam karena kami disuguhkan dengan contoh yang sangat baik dari pak Wali Kota Batam. Pertumbuhan ekonomi di Batam cukup baik jadi wali kota yang ada ini belajar lah di Batam,” kata dia.
“Ini adalah Raker Komwil terbaik, rapi sekali. Kami sebagai tamu sangat dimuliakan. Raker Komwil rasa Rakernas,” tambah dia.
Tak hanya rapat, kegitan ini juga ada penandatanganan komitmen dengan tujuan untuk saling menguatkan antarkota. Pihaknya juga mengingat betul pesan Presiden RI Joko Widodo untuk lebih hati-hati dalam menggunakan anggaran.
“Dalam prosesnya telah ditekankan. Kalau targetnya pengetasan kemiskinan tak mungkin melalui seminar sistem sudah ada. Nanti masing-masing kegiatan itu sudah dirinci,” kata dia.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan Batam saat ini sedang berkembang pesat.
“Kota Batam saat ini sedang berbenah untuk menjadikan Batam kota Baru. Demi terwujudnya Batam sebagai bandar dunia mandani yang modern yang sejahtera. Hal ini dapat dilihat dari berbagai pembangunan yang sedang berjalan di kota Batam,” kata Rudi.
Di kesempatan itu, Rudi memaparkan sejumlah pembangunan di Batam mulai dari Pelabuhan Batuampar, Bandara Hang Nadim Batam, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam, pembangunan jalan protokol hingga jalan kawasan industri dan permukiman.
“Dengan gencar membangun, kami ingin menjadikan Batam maju dan bisa bersaing dengan negara tetangga,” ujar Rudi.
Rudi mengungkapkan, pembangunan yang sedang dan sudah dilakukan di Batam, sukses menarik investasi. Bahkan, ia mengungkapkan, dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan kerja sama dengan salah satu perusahaan China dengan nilai Rp381 triliun.
“Batam mendapat peningkatan penanaman modal asing 2022 meningkat sebesar 48,5 persen dengan 1.783 proyek total nilai USA 746.85. Data BP Batam menyebut tahun 2022 menjadi realisasi investasi terbesar selama 5 tahun terakhir dengan nilai Rp30,4 triliun rupiah,” ujarnya.
Dengan banyaknya investasi masuk, ia berharap ekonomi Batam terus berputar dan akan memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat. Rudi berharap, melalui kegiatan ini, dihasilkan kerja sama antardaerah dalam sektor investasi dan pengendalian inflasi.
“Sebagaimana kita ketahui, bahwa dampak Pandemi Covid-19 yang sangat dirasakan antara lain terjadinya peningkatan inflasi dan tergerusnya tingkat pertumbuhan ekonomi, baik di daerah maupun nasional,” kata Rudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









