BATAM (gokepri) – Sejumlah “emak-emak” memilih turun ke jalan karena air di rumahnya mati. Mereka menuntut SPAM Batam meningkatkan pelayanan air bersih.
Kumpulan ibu-ibu dari Cipta Green Mansion Tanjungpinggir itu berunjuk rasa di depan Kantor Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam, Kamis pagi 12 Januari 2023. Mereka menuntut agar pasokan air di wilayahnya lancar kembali. “Air air air!. Lancarkan air kami!,” kata salah satu warga, Yanti.
Yanti dan warga lainnya mengaku harus mandi dan beraktivitas menggunakan air galon. SPAM Batam pun tak ada yang memberikan suplai air ke tempat mereka. “Beberapa tahun air kami tidak bisa kami pergunakan. Bahkan dua minggu ini mati total. Kualitas air pun buruk,” kata Yanti lagi.
Warga tetap membayar air tersebut setiap bulannya meski tidak mengalir lancar. “Malam hidup pun hanya 1-2 jam. Kami merasa dirugikan karena harus bergadang tiap malam. Kami juga harus beli galon,” ungkap Yanti.
Sementara itu, salah seorang warga lainnya, Indri mengaku, pernah membayar air hingga Rp400 ribu per bulannya. Padahal, air bersih di tempatnya tak mengalir lancar. “Pembayaran mahal, airnya tidak ada,” katanya.
Ia menegaskan warga menuntut air di perumahan mereka bisa berjalan lancar seperti daerah lainnya. Jika tidak, warga mengancam akan menggelar aksi lebih besar lagi. “Kalau tidak juga lancar kami akan demo lebih besar. Bila perlu saya nyuci di depan kantor SPAM,” tutur Indri.

Aksi protes warga ini bukan yang pertama kali terjadi, sebelumnya warga Tanjung Uncang dan Sagulung pun merasakan hal yang sama.
Humas SPAM Batam Ginda Alamysah menyebut memang ada sejumlah wilayah yang mengalami mati air. SPAM Batam berjanji masalah ini tak akan terjadi lagi. “Masih ada perbaikan pipa air yang saat ini sedang berjalan,” kata dia.
SPAM Batam menyatakan akan memberikan suplai berupa tanki air ke sejumlah wilayah yang bermasalah sebagai solusi jangka pendek. Sementara jangka panjang, SPAM Batam akan melakukan penambahan jaringan. “Solusinya itu dulu. Jaringan harus ditambah. Agar beberapa stress area bisa dicegah (mati air), kami sudah ada programnya,” kata Ginda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Warga Sagulung Keluhkan Air Keruh dan Sering Mati, Rudi: Akan Kita Tindaklanjuti!









