Batam (gokepri.com) – Program Gotong Royong untuk Ekonomi Sejahatera dan Inklusif (Progresif) menggelar diskusi hingga pelatihan fotografi untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Batam, Jumat 22 Desember 2023 di kawasan Mega Legenda, Batam Center.
Direktur Kampanye Darat Progresif Ade Sulistiani mengatakan diskusi ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Ibu Nasional. Untuk diketahui, mayoritas pelaku UMKM di Batam adalah ibu-ibu atau kalangan wanita.
Dalam diskusi ini Progresif mengundang para pelaku UMKM serta berkolaborasi dengan pewarta foto serta Jurnalis Perempuan (Jupe) Batam.
Baca Juga: Baznas Batam Berikan Modal Usaha kepada 142 UMKM di 2023
Agus Bagjana fotografer salah satu media di Batam menjadi narasumber yang memberikan materi mengenai fotografi produk. Sementara dari Jupe Batam hadir Cahaya Simanjuntak menjadi narasumber dengan materi copy writing untuk promosi produk.
Ade mengatakan kedua narasumber tersebut dihadirkan agar para pelaku UMKM mendapatkan ilmu untuk membranding produk dan memasarkannya di media sosial.
“Sehingga penjualannya meningkat,” kata Ade.
Ade yang juga pelaku UMKM, sebagai owner Gallery Tas Ade ini mengatakan untuk menggeluti UMKM, seseorang harus memiliki mental sekuat baja.
“UMKM itu harus memiliki mental yang kuat. Karena kita akan jatuh bangun dalam di dunia usaha,” kata Ade.
Menurut dia, branding sangat dibutuhkan dalam dunia usaha. Selain itu UMKM jangan terlalu berharap bantuan dari pihak mana pun, melainkan harus mandiri.
Selain itu juga jangan mudah terpengaruh masalah perang harga. Dalam sesi diskusi ia membagikan pengalamannya memulai usaha saat Covid-19 melanda di tahun 2022.
Usahanya itu awalnya tidak mendapat dukungan dari keluarga. Kata Ade ayahnya pernah mengatakan hanya orang gila yang mau beli tas premium seperti yang dijualnya.
“Tapi saya ingat, teori usaha di mana ada kesulitan di situ ada peluang,” katanya.
Sementara itu, Direktur Wilayah Progresif Kepri, Erna mengatakan UMKM yang hadir dalam diskusi bertema UMKM Naik Kelas ini berasal dari Batuaji, Bengkong, Nongsa dan Sekupang.
“Banyak keluhan pasca Covid-19 sangat dirasakan. Bahkan (UMKM) di mall yang luar biasa omsetnya down juga,” katanya.
Ia berharap diskusi kali ini membuat para pelaku UMKM bisa berpikir sendiri untuk meningkatkan penjualannya. Jika sebelumnya modal awal Rp10 hingga Rp20 juta maka beberapa tahun ke depan harus ada peningkatannya.
“Kelemahan kita kadang pelayanan misalnya kurang maksimal. Itupun jadi perhatian kita,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Asrul Rahmawati








