Operasi Pasar dan Distribusi ke Pangkalan, Pasokan Elpiji 3 Kg Segera Normal

elpiji 3 kg batam
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau, di sela-sela operasi pasar elpiji 3 kg di Kantor Kecamatan Bengkong, 16 September. GOKEPRI/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) – Pasokan elpiji 3 kilogram di Batam disebut segera normal kembali setelah operasi pasar dan distribusi ke pangkalan.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bersama PT Pertamina Patra Niaga Kepri menggelar operasi pasar elpiji 3 kilogram untuk mengatasi kelangkaan.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, menjelaskan operasi ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan gas elpiji masyarakat. Operasi pasar berlangsung di tiga titik, yaitu depan Kantor Kecamatan Bengkong, Kawasan Golden Beach Bengkong, dan Samping Edukits MB2 Batam Centre.

HBRL

Setiap warga yang ingin membeli elpiji harus membawa KTP dan diperbolehkan membeli maksimal dua tabung dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp21 ribu.

“Kelangkaan elpiji terutama terjadi di wilayah Bengkong. Kami menerima banyak laporan terkait kekurangan gas di wilayah ini, sehingga operasi pasar ini kami gelar,” ujar Gustian pada Senin, 16 September 2024.

Gustian menambahkan setelah operasi pasar, stok di pangkalan-pangkalan akan segera diisi kembali untuk menjamin distribusi berjalan lancar.

“Setelah operasi pasar ini, pangkalan-pangkalan akan kami isi penuh supaya distribusi kembali normal. Kekosongan di pangkalan menyebabkan ketersediaan gas (elpiji) menipis, tetapi kami pastikan suplai akan dipulihkan,” jelasnya.

elpiji 3 kg
Warga mengantre untuk membeli elpiji 3 kg di operasi pasar di Kantor Kecamatan Bengkong, Batam, 16 September. GOKEPRI/Muhammad Ravi

Ia juga mengungkapkan kelangkaan elpiji khususnya di wilayah Bengkong, disebabkan oleh penyalahgunaan elpiji bersubsidi oleh usaha-usaha yang seharusnya tidak berhak, seperti usaha laundry. Beberapa laundry kedapatan menggunakan elpiji 3 kg dalam jumlah besar.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada pemilik usaha laundry agar berhenti menggunakan elpiji 3 kg dan beralih ke tabung gas warna pink,” tegas Gustian.

Selain itu, kelangkaan elpiji juga dipicu oleh keterlambatan pengiriman akibat cuaca buruk dari Tanjung Uban ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

“Jika pengiriman terlambat satu hari, maka dampaknya akan terasa di hari-hari berikutnya. Cuaca buruk dari Tanjung Uban juga memperparah situasi,” tambahnya.

Baca: Distribusi Terlambat, Harga Elpiji 3 Kg Melambung Jadi Rp40 Ribu

Disperindag juga telah mengambil tindakan tegas terhadap pangkalan yang menjual LPG di atas HET. Hingga kini, tiga hingga empat pangkalan sudah dicabut izinnya dan ditutup.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan pengecer yang menjual gas di atas harga yang ditetapkan,” tutup Gustian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait