PLN Batam Mengaku Rugi Rp54 Miliar Tiap Tahun, Terpaksa Naikkan Tarif

Petugas PLN Batam melakukan pemeliharaan jaringan distribusi listrik. Foto: PLN Batam

BATAM (gokepri.com) – PLN Batam mengaku mengalami kerugian (cash flow negatif) hingga Rp54 miliar per tahun. PLN Batam terpaksa melakukan penyesuaian tarif listrik alias kenaikan tarif listrik di wilayah setempat.

Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam Zulhamdi mengatakan, keputusan menaikkan tarif listrik merupakan langkah terakhir setelah berbagai upaya efisiensi dilakukan.

“Kami ini rugi Rp54 miliar tiap tahun. Kami butuh perbaikan cash flow,” kata dia.

HBRL

Baca Juga: PLN Batam Sosialisasikan Kenaikan Tarif Listrik hingga Tingkat RT RW

Dia menjelaskan, kenaikan tarif ini akan berlaku mulai 1 Juli 2024 dan akan diterapkan secara bertahap untuk mengurangi beban masyarakat. PLN Batam juga berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dan keandalan jaringan listrik di wilayah Batam dan sekitarnya.

“Sosialisasi terus kami lakukan bahkan sejak tahun lalu. Sudah 48 kelurahan yang sudah dapat sosialisasi penyesuaian tarif,” kata dia.

Tarif listrik di Batam naik antara 6 hingga 9 persen. Kenaikan llistrik ini berlaku untuk rumah tangga dan bisnis. Kenaikan tarif listrik memang diusulkan oleh PLN Batam akibat dipengaruhi oleh beberapa variabel yang terdiri dari inflasi, kurs (dolar-rupiah) dan harga energi primer.

“Ini demi iklim investasi Batam tetap berjalan,” kata dia.

Ia menjelaskan penyesuaian tarif ini berdampak pada tarif rumah tangga dengan daya listrik di atas 1300, sedangkan untuk daya 450-900 VA tidak akan terkena dampak, sementara rumah tangga dengan daya 1.300-2.200 VA akan mengalami kenaikan tarif sekitar 6 persen.

Sementara itu, untuk daya 4.400 VA ke atas, kenaikannya mencapai 9,8 persen.

“Jika biasanya membayar Rp200 ribu, jika kenaikannya 6 persen maka naiknya sebesar Rp12 ribu untuk rumah tangga dengan daya 1.300-2.200 VA,” kata dia.

Untuk sektor bisnis, penyesuaian tarif akan berlaku untuk golongan dengan daya 2.200 VA sampai 200 kVA dengan kenaikan sebesar 6 persen.

“Kami berharap dengan adanya penyesuaian tarif ini, pelayanan energi di Batam terus meningkat. Biaya pokok penyediaan energi terus naik dari tahun ke tahun, terutama sejak 2017 akibat naiknya kurs dolar, inflasi, dan harga energi primer,” kata dia.

Untuk informasi, PLN Batam awalnya adalah Bright PLN yang merupakan anak perusahaan PT Persero PLN (Perusahaan Listrik Negara). Pada 2023 Bright PLN Batam mengganti nama menjadi Pelayanan Listrik Nasional Batam (PLNB) yang statusnya masih anak perusahaan Holding Persero PLN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait