Persiapan Pelni Menyambut Arus Mudik Lebaran

Diskon kapal pelni
Dok. Pelni

BATAM (gokepri) – Rute jalur laut Batam–Belawan diperkirakan menjadi yang paling padat pada musim mudik Lebaran 2026. Ribuan penumpang mulai memesan tiket lebih awal.

Kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) itu kembali diprediksi menjadi tumpuan arus mudik warga Batam menuju Belawan, Medan, pada Lebaran 2026. Jadwal keberangkatan 16 dan 19 Maret diperkirakan menjadi puncak arus mudik dari kota industri di Kepulauan Riau tersebut.

Kepala Cabang Pelni Batam Edwin Kurniansyah mengatakan hingga awal Maret, tingkat keterisian penumpang pada dua jadwal tersebut telah mencapai sekitar 75 persen dari kapasitas. “Belum penuh, sampai saat ini masih kurang lebih 75 persen,” kata Edwin saat dihubungi di Batam, Jumat (6/5).

HBRL

Baca Juga: Panduan Daftar Mudik Gratis Pelni 2026, Pendaftaran hingga 28 Februari

Rute Batam–Belawan selama bertahun-tahun menjadi jalur mudik favorit pekerja migran domestik dan buruh industri yang bekerja di Batam. Banyak di antara mereka berasal dari Sumatera Utara dan menjadikan kapal laut sebagai moda transportasi utama saat pulang kampung.

KM Kelud, kapal yang melayani rute tersebut, memiliki kapasitas normal 2.607 penumpang. Dalam kondisi tertentu, kapal dapat mengangkut hingga 3.457 penumpang setelah mendapat dispensasi kapasitas dari otoritas keselamatan pelayaran.

Selain Kelud, Pelni juga menyiapkan KM Nggapulu sebagai armada tambahan. Kapal ini memiliki kapasitas normal 2.138 penumpang dan kapasitas dispensasi hingga 2.955 penumpang.

Menurut Edwin, KM Nggapulu dijadwalkan melayani pelayaran tambahan dari Batam menuju Belawan pada 15 Maret dan Tanjung Priok pada 18 Maret.

Penjualan tiket, kata dia, masih terus berlangsung secara bertahap. Karena itu, masyarakat yang berencana mudik melalui jalur laut masih memiliki kesempatan memperoleh tiket.

Selain tiket reguler, sejumlah program mudik gratis juga disiapkan oleh beberapa perusahaan dan instansi.

Salah satunya berasal dari Persero Batam yang menyediakan kuota 250 penumpang untuk keberangkatan 16 Maret tujuan Belawan. Program serupa juga diselenggarakan oleh Telkomsel, dengan kuota 200 penumpang untuk pelayaran menuju Tanjung Priok pada 18 Maret.

“Ada program mudik gratis dari Persero Batam untuk keberangkatan 16 Maret tujuan Belawan dengan kuota 250 penumpang,” ujar Edwin.

Ia menambahkan masyarakat yang berminat mengikuti program tersebut dapat langsung menghubungi penyedia program untuk mengetahui syarat dan ketentuannya.

Lonjakan Penumpang Nasional

Secara nasional, Pelni memproyeksikan jumlah penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026—yang berlangsung dari 6 Maret hingga 6 April—mencapai sekitar 641 ribu orang.

Direktur Utama Pelni Tri Andayani mengatakan perusahaan menyiapkan 55 kapal, terdiri dari 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis, untuk melayani mobilitas masyarakat selama musim mudik.

“Total ketersediaan tiket selama masa angkutan Lebaran 2026 mencapai 751.555 tiket,” kata Tri dalam keterangan resminya.

Secara keseluruhan, armada Pelni memiliki kapasitas sekitar 56.069 kursi, termasuk tambahan kapasitas yang diizinkan otoritas keselamatan pelayaran.

Menurut Tri, perusahaan menempatkan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama selama periode angkutan Lebaran. Seluruh awak kapal telah memenuhi sertifikasi wajib sesuai standar internasional.

“Kami juga telah melaksanakan ramp check menyeluruh bersama Kementerian Perhubungan untuk memastikan kelaiklautan kapal,” ujar Tri.

Ramp check itu mencakup pemeriksaan teknis kapal, ketersediaan bahan bakar, air tawar, logistik, hingga fasilitas penumpang.

Dalam peta mudik nasional, Batam menempati posisi penting. Kota industri yang dihuni ratusan ribu pekerja ini diperkirakan menjadi pelabuhan keberangkatan terpadat ketiga selama angkutan Lebaran, setelah Makassar dan Balikpapan.

Beberapa jalur pelayaran diprediksi menjadi rute tersibuk tahun ini. Selain Batam–Belawan, rute lain yang diperkirakan padat antara lain Belawan–Batam, Balikpapan–Surabaya, Kumai–Semarang, dan Makassar–Surabaya.

Kepadatan ini mencerminkan peran kapal laut sebagai moda transportasi vital bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Di pelabuhan Batam, lonjakan penumpang biasanya mulai terasa beberapa hari menjelang puncak mudik. Antrean tiket memanjang, ruang tunggu semakin sesak, dan kapal yang sandar hampir selalu penuh.

Pelni mengimbau calon penumpang memesan tiket lebih awal melalui kanal resmi seperti aplikasi Pelni Mobile, situs resmi perusahaan, contact center 162, atau mitra penjualan tiket. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi antrean panjang di pelabuhan sekaligus memastikan perjalanan lebih tertib. ANTARA

Baca Juga: PELNI Siapkan 55 Kapal untuk Angkutan Lebaran 2026, Batam–Belawan Diprediksi Jadi Rute Terpadat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait