Batam (gokepri.com) – Penjualan parsel di Kota Batam meningkat memasuki Natal dan tahun Baru 2023. Salah satu penjual parsel di kawasan Nagoya, Mei Ho mengatakan, pihaknya kebanjiran orderan parsel.
“Banyak yang pesan. Sehari bisa laku 70 paket parsel,” kata dia saat ditemui Sabtu 24 Desember 2022.
Ia bilang, ada peningkatan penjualan parsel dibandingkan tahun lalu. Kata dia parsel yang paling dicari adalah parsel yang berisi barang pecah belah yang dipadukan makanan dan minuman.
“Karena itu bisa digunakan untuk keluarga dan tahan lama,” kata dia.
Harganya pun beragam, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta tergantung jenis dan isi parsel. Para pembeli juga bisa menentukan sendiri isi parselnya.
Mei juga mengklaim parsel yang ia jual aman dan tak kadaluarsa.
“Kalau ada request bisa,” kata dia.
Perketat pengawasan dan Bahan Berbahaya pada Parsel
Sementara itu, pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Batam terus melalukan pengawasan dan pengecekkan terhadap parcel serta makanan yang di jual di beberapa pusat perbelanjaan, supermarket, dan toko yang berada di Batam dan Kepri.
Hal ini dilakukan untuk memastikankan kandungan dan izin kedaluwarsa produk tersebut menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Saat ini tim sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap produk-produk parsel ini yang akan dijual untuk momen Nataru,” ujar Kepala BPOM Batam, Lintang Purbajaya.
Lintang menyampaikan bahwa pengecekan ini melibatkan instansi termasuk Disperindag Kota Batam, dan Kepolisian.
“Hasil pengawasan di dua sarana kemarin tidak ditemukan produk yang tidak memenuhi syarat termasuk di dalam parsel, kita turun bersama Disperindag kota batam dan Polresta Barelang,” ujarnya.
Area yang disisir titiknya difokuskan pada swalayan dan supermarket, penelusuran masih berjalan dan belum ada ditemukan sampel yang berbahaya.
“Kami melalukan pengecekkan bersama instansi tersebut kepada distributor parsel dan aneka ragam makanan yang dijual pada momen Nataru ini. Pengawasan dititikberatkan pada importir, distributor,” kata dia .
Lintang mengatakan yang menjadi fokus pengawasan adalah produk pangan illegal atau Tanpa Izin Edar (TIE), pangan kedaluwarsa, dan rusak.
“Artinya kami tetap perketat pengawasan ini karena konsumsi masyarakat atas produk-produk ini di pastikan akan meningkat,”ujarnya.
BPOM Batam juga selalu mengimbau kepada masyarakat yang mengkonsumsi makanan maupun parsel pada Nataru untuk melakukan cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa.
“Pastikan kemasan produk yang hendak dibeli berada dalam kondisi baik, tidak rusak,” ujarnya.
Baca Juga: BI Kepri Siapkan Uang Tunai Rp1,3 Triliun untuk Liburan Natal dan Tahun Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis : Engesti









